PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan, nasionalisme, dan cinta tanah air. Nilai-nilai kebangkitan tersebut perlu terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan partisipatif.
Senada dengan semangat Kebangkitan Nasional, Pius Expo 2026 diselenggarakan
sebagai wadah untuk mengekspresikan kreativitas peserta didik, mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah, serta menumbuhkan semangat kebangkitan nasional melalui berbagai kegiatan pameran, pertunjukan, dan aksi sosial. Kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan di lingkungan KB-TK, SD, SMP dan SMA Pius Bakti Utama.
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pius Expo 2026 yang digelar di halaman Sekolah Pius Bakti Utama Kutoarjo, Jumat (22/5). Kegiatan tersebut mengusung tema “Semangat Kebangkitan Nasional sebagai Wujud Kreativitas dan Persatuan”.
Selain memperingati Hari Kebangkitan Nasional, expo ini juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap budaya bangsa, mengembangkan kreativitas, bakat, dan potensi peserta didik.

Foto : age
Penting pula untuk meningkatkan kebersamaan dan kerja sama warga sekolah. Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah, alumni (Kancil/ Kanca Cilik Pius), pemerhati dan masyarakat. Juga sebagai sarana promosi sekolah.
Expo yang dilaksanakan selama 3 hari (22-24 Mei) di lingkungan KB-TK, SD, SMP Pius Bakti Utama Kutoarjo.
Wabup Dion menyampaikan apresiasi kepada yayasan, pihak sekolah, dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa SD, SMP, dan SMA Pius semakin maju serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Kabupaten Purworejo,” kata Dion dalam sambutannya
Wabup menilai kegiatan expo menjadi sarana positif untuk meningkatkan antusiasme dan keberanian peserta didik dalam mencoba berbagai hal baru di luar proses pembelajaran di kelas.
“Saya berpesan kepada anak-anak didik agar tidak takut mencoba hal-hal baru. Pengalaman tersebut penting untuk membentuk karakter, kreativitas, dan kesiapan menghadapi masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dion menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, termasuk kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, para tenaga pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif oleh peserta didik.
“Perkembangan teknologi, termasuk AI, berlangsung sangat cepat dan semakin sulit dibedakan dengan yang asli. Karena itu tenaga pendidik harus memiliki kemampuan adaptasi yang baik agar anak-anak kita tidak salah dalam memanfaatkan teknologi,” tuturnya.
Natalia Dian Wuryantari, S.Pd SD, ketua panita Expo Pius 2026 menambahkan expo ini sempat terhenti saat Pandemi Covid-19. “Expo Pius ini menjadi tradisi yang digelar secara periodik akan makin lebih mendekatkan dan mengedukasi masyarakati bahwa semua jenjang pendidikan sekolah Pius terus membangun karakter positif anak bangsa dari tingkat Kelompok Bermain, TK, SD dan SMP.! ” kata Natali.
Sekolah di bawah naungan Yayasan Seraphine Bakti Utama ini bersifat terbuka dengan segala perbedaan latar belakang apapun, etnik, agama dan antar golongan. Ajaran cinta kasih melampaui semua perbedaan yang menjadi fitrah manusia, menjadi karakter kuat tertanam kuat dalam para alumni.(age).













