blank
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala menyerahkan cindera mata kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Gadis Dedy Yon Supriyono. Foto: Isno.

TEGAL (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia Tegal bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menyelenggarakan kegiatan Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dan Perlindungan Konsumen (PeKA) di Kota Tegal.

Kegiatan berlangsung di Hotel Premier Jalan Yos Sudarso Kota Tegal, Rabu (29/5/2026).

Pembekalan dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Bimala dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Gadis Dedy Yon Supriyono.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal,
Bimala menyampaikan pembekalan untuk meningkatkan pemahaman terkait cara memperlakukan uang Rupiah secara tepat, termasuk dalam hal mengenali keaslian uang, merawat Rupiah, peran Rupiah sebagai Pemersatu Bangsa hingga peran Rupiah dalam berbelanja dan bertransaksi secara bijak.

“Belanja bijak diwujudkan dengan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan, memilih produk lokal, serta mengelola pengeluaran secara terencana,” kata Bimala.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan tekanan inflasi dari Sisi permintaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran individu dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. “Seiring dengan semakin banyaknya penggunaan pembayaran digital seperti QRIS, jenis kejahatan digital juga semakin beragam dan sering terjadi dengan berbagai cara,” ujar Bimala.

Para anggota PKK diberikan pembekalan sebagai trainer (training of trainers) mengenai CBP Rupiah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ciri keaslian Rupiah dan merawat Rupiah agar usia edarnya lebih panjang.

Dengan pendekatan yang berbasis pada keluarga sebagai unit terkecil, kolaborasi dengan TP PKK Kota Tegal diharapkan dapat turut berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dalam menjaga Rupiah dengan aman.

Para anggota PKK dibekali materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan merawat uang Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J (Jangan dilipat, Jangan diremas, Jangan dicoret, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi).

Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.

Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, selain memberikan pembekalan mengenai CBP Rupiah, para peserta TOT juga diajak untuk mengenal tugas dan peran bank sentral dalam perekonomian nasional, perkembangan digitalisasi pada sistem pembayaran dan edukasi Perlindungan Konsumen agar masyarakat dapat bertransaksi secara aman, pengenalan potensi risiko, serta mendorong terbentuknya perilaku penggunaan sistem pembayaran digital yang bijak sehingga mampu mendukung ekosistem keuangan yang aman, inklusif dan berkelanjutan.

Tampak hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, serta 200 orang anggota PKK seKota Tegal dan Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI).

Isno