blank
Nasi jagung bikinan anggota Pramuka Penegak dalam seleksi Pramuka Garuda di Kwarran Toroh. Foto: dok Tya Widya/Kwarcab Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) — Inovasi nasi goreng jagung menjadi sorotan dalam uji Pramuka Garuda Penegak di Grobogan yang digelar di Kwarran Toroh, Sabtu (2/5/2026).

Kreativitas berbasis potensi lokal ini menunjukkan bagaimana anggota Pramuka Garuda Penegak mampu menghadirkan solusi life skill yang aplikatif dan bernilai ekonomi.

Ajang yang berlangsung di Kwarran Toroh, Grobogan, tersebut menghadirkan berbagai penilaian keterampilan, salah satunya inovasi nasi goreng jagung yang dibawakan peserta Pramuka Garuda Penegak.

BACA JUGA : Turun ke Lapangan, Jepara Volunteer dan FOSIS Dorong Empati Anak Muda

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pramuka tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang berdampak.

Dalam uji tersebut, peserta Pramuka Garuda Penegak dari berbagai tingkatan di Grobogan, termasuk Kwarran Toroh, menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah olahan nasi goreng jagung yang dinilai kreatif dan relevan dengan potensi daerah.

Peserta yang menampilkan inovasi tersebut adalah Yanuar Ahmad Pauzan dari MA Ronggo Leksono Geyer.

Ia menjadikan olahan berbahan dasar jagung sebagai unggulan dalam uji kecakapan life skill.

BACA JUGA : Kartini Fest 2026 Akan Digelar di Ono Joglo Jepara, Hadirkan Tokoh-Tokoh Nasional dan Dialog Kebudayaan

Kegiatan uji Pramuka Garuda ini diikuti oleh 2 Pramuka Penegak, 20 Pramuka Penggalang, serta 93 Pramuka Siaga.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian penilaian dengan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Dalam presentasinya, Yanuar menegaskan pentingnya generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan potensi lokal daerah.

Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian.

Kabupaten Grobogan sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung.

Potensi tersebut, menurut Yanuar, dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai tambah.

BACA JUGA : Perselisihan Perbasi Kota Magelang dengan Berbagai Pihak Selesai Kekeluargaan

“Inovasi nasi goreng jagung ini saya pilih sebagai bentuk pemanfaatan potensi lokal yang mudah diterapkan, sekaligus sebagai bekal keterampilan hidup,” ungkap Yanuar di hadapan tim penilai.

Tak hanya menyampaikan konsep, Yanuar juga menampilkan langsung hasil olahannya. Hal ini memperkuat penilaian bahwa ide yang ia bawa benar-benar aplikatif.

Selain aktif di kegiatan Pramuka, Yanuar juga dikenal aktif di lingkungan masyarakat. Ia tergabung dalam tim hadroh rebana yang kerap tampil dalam berbagai kegiatan.

Penampilan Yanuar mendapat apresiasi dari tim penilai. Inovasi yang ditampilkan dinilai sebagai bentuk nyata implementasi kecakapan hidup.

Salah satu tim penilai, Kak Hariyanto, menyampaikan bahwa kreativitas seperti ini diharapkan tidak berhenti pada tahap penilaian saja.

“Kami berharap inovasi seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi dari SKU dan SKK hendaknya menjadi indikator objektif bahwa Pramuka benar-benar memiliki keahlian,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguasaan keterampilan hidup akan membantu anggota Pramuka dalam menentukan masa depan.

Menurutnya, Pramuka yang memiliki keterampilan akan lebih siap menjadi pribadi mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya Pramuka Garuda yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga kompeten secara nyata.

Melalui uji ini, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan berbasis potensi lokal dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kreativitas generasi muda.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa Pramuka mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Inovasi seperti yang ditampilkan Yanuar dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas.

Terlebih, potensi jagung di Grobogan masih sangat besar untuk diolah menjadi berbagai produk kreatif.

Kegiatan di Kwarran Toroh ini menjadi momentum penting dalam mengasah kemampuan anggota Pramuka.

Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana evaluasi atas pencapaian keterampilan yang telah dipelajari.

Ke depan diharapkan semakin banyak inovasi serupa yang muncul dari anggota Pramuka.

BACA JUGA : Tetap Cantik untuk Urusan Domestik, Fesyen Perempuan ala Natapola 

Di samping itu, Pramuka dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kreativitas.

Inovasi nasi goreng jagung dari Pramuka Garuda Penegak di Grobogan melalui Kwarran Toroh ini menjadi bukti nyata bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi solusi kreatif.

Melalui kegiatan Pramuka Garuda Penegak di Grobogan, khususnya di Kwarran Toroh, inovasi nasi goreng jagung diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan mandiri.

TYA WIDYA