MAGELANG (SUARABARU.ID) – Perselisihan antara Perbasi Kota Magelang dengan event organizer, sekolah dan orangtua siswa pada kegiatan ‘Magelang Student Cup’ di GOR Samapta 30 April – 3 Mei 2026 selesai secara kekeluargaan.
Ketika menerima pengaduan dari orangtua murid dan beberapa pihak melaporkan Perbasi Kota Magelang mencabut rekomendasi pertandingan basket tersebut, Ketua Umum KONI Kota Magelang langsung berusaha menemukan mereka yang berselisih.
Acara yang berlangsung di rumah Ketum KONI Kota Magelang Ali Sobri Sungkar Jumat malam (1/5), dihadiri sejumlah orangtua murid, guru dan pelatih basket. Juga dihadiri Ketua Perbasi Kota Magelang Joko Wicaksono, Ketua DPD Perbasi Jateng Bagus Andriana John dan Mama Evi Wakil Ketua Perbasi Zona Jawa, serta Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil yang juga menjabat penasihat Perbasi Kota Magelang.
Ketua Umum KONI menerangkan, pihaknya memang mengundang para pihak yang berselisih, dengan tujuan supaya masalah itu cepat selesai. Dari pihak KONI juga hadir Ketua Harian KONI Mayor (Purn) Pitoyo Marsudi, Wakil Ketua Kartono dan Sekretaris Umum Jarwadi.
Pihak Perbasi Kota Magelang beralasan, rekomendasi dicabut karena telah melanggar peraturan organisasi. Tujuannya agar semua pihak tertib pada peraturan organisasi yang berlaku.
Beberapa orangtua siswa menerangkan, ada beberapa siswa yang tinggal dan sekolah di Kota Magelang, tetapi ikut latihan di klub Yogya. Mereka dilarang bermain itu yang menimbulkan masalah, disamping ada masalah lainnya.
Ketua DPD Perbasi Jateng Bagus Andriaan John menegaskan, guna mencegah terulang lagi peristiwa semacam itu, maka semua pihak harus menjalin komunikasi.
‘’Dengan keterbukaan maka masalah yang muncul bisa diselesaikan. Harus ada komunikasi dua arah dan terbuka,’’ tegasnya sambil meminta ke depan basket bisa menjadi sport tourism.
Mama Evi menerangkan, Perbasi berusaha olahraga basket banyak peminatnya. Ke depan kita berupaya basket menjadi industri, sehingga banyak muncul event organizer. (Doddy Ardjono)













