WONOSOBO(SUARABARU.ID) -Ketua Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wonosobo Jawa Tengah Feri Atanta meminta pemerintah untuk membangun kembali Pasar Hewan Wonolelo Wonosobo yang saat ini kondisinya sudah rusak parah.
Permintaan tersebut dia sampai saat memberikan sambutan dalam acara “Kontes APPSI Wonosobo” yang digelar APPSI setempat di Wonoland Andongsili Mojotengah Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Acara tersebut digelar hingga Minggu (26/4/2026) besok.
Dia menyampaikan aspirasi dari para peternak dan pedagang sapi Wonosobo langsung dihadapkan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir di acara Kontes APPSI tersebut.
Feri menunjukan perkembangan terkini Pasar Hewan Wonolelo dalam kondisi rusak parah melalui tayangan video. Dalam video tersebut tampak atap pasar yang bocor jika pas turun hujan dan lantai pasar yang sudah tidak layak karena rusak.
“Jika hujan turun atap bocor pasar karena sudah banyak lubang. Lantai pasar juga rusak dan mengelupas. Maka, kami meneruskan aspirasi dari para peternak dan pedagang sapi Wonosobo agar Pasar Hewan Wonolelo segera dibangun lagi agar lebih representatif,” pintanya.
Karena keadaan pasar hewan yang rusak, lanjut Feri, maka pasar hewan tersebut kerap sepi pengunjung. Banyak pembeli atau penjualan hewan ternak, enggan datang ke pasar karena merasa tidak nyaman.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung merespon. Dia meminta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Frans (Defransisco Dasilva Tavares-red) dan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat untuk meninjau langsung kondisi Pasar Hewan Wonolelo yang perlu mendapatkan perhatian khusus itu.
“Mana Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, ayo berdiri. Tolong bersama Bupati Wonosobo cek langsung kondisi Pasar Hewan Wonolelo. Kalau memang sudah rusak, segera dibangun. Kasihan nanti para blantik sapi berjualan di tempat yang tidak layak,” tegasnya.
Susu Perah

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi juga menilai, kegiatan kontes sapi mampu menjadi memicu (trigger) para peternak untuk menghasilkan inovasi dan sapi berkualitas tinggi.
Untuk itu, dia ingin ke depan juga perlu diadakan kontes sapi perah atau penghasil susu, supaya mampu memacu produktivitas peternak sapi perah di Jawa Tengah. Dengan begitu, juga akan mendongkrak produksi susu di wilayahnya.
“Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” kata Luthfi.
Diungkapkan Luthfi, populasi sapi di Jawa Tengah sebanyak 1,38 juta ekor. Terdiri atas sapi potong 1,29 juta ekor dan sapi perah 85,8 ribu ekor. Dari jumlah populasi sapi potong tersebut menghasilkan daging hampir 1 juta ton per tahun.
“Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu Nestle yang butuh 80.000 liter per hari dan itu pasokannya masih kurang,” jelasnya.
Dia mendorong kontes sapi perah di Wonosobo guna tingkatkan produksi susu dan kualitas ternak. Upaya itu dilakukan untuk mencapai target swasembada pangan yang menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2026 ini.
Di antaranya melalui penyediaan bibit berkualitas, penyediaan pakan ternak berkualitas dan peningkatan kesehatan hewan yang salah satunya melalui program Kesehatan Hewan Keliling (Healing).
“Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak. Apalagi mau mendekati iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas,” tandas Luthfi.
Muharno Zarka













