blank
Event Campus League Musim 1 resmi diluncurkan pada acara Grand Launching yang digelar di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: dok/cl

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Sebuah ajang kompetisi olahraga antarperguruan tinggi dengan nama Campus League, resmi meluncurkan pada Musim 1, melalui acara Grand Launching yang digelar di UP at Thamrin Nine, Jakarta, Senin (20/4/2026).

CEO Campus League, Ryan Gozali mengatakan, inisiatif ini lahir untuk menjawab tantangan terkait masa depan mahasiswa yang aktif berolahraga, namun tidak menjadikan atlet profesional sebagai jalan karier utama mereka setelah lulus.

Dia menegaskan, Campus League hadir untuk memastikan pengalaman kompetitif di kampus, menjadi investasi berharga bagi pembentukan karakter dan karier profesional mereka.

BACA JUGA: Meneladani R.A. Kartini: Jalan Perempuan Hari Ini

”Statistik menunjukkan, 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskan dia, mentalitas yang ditempa melalui kompetisi olahraga, menghasilkan soft skills krusial, seperti manajemen waktu, resiliensi (ketangguhan), disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

Oleh karena itu, Campus League hadir tidak sekadar sebagai penyelenggara liga, melainkan sebagai infrastruktur pengembangan diri, yang menjadikan olahraga sebagai sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia yang komprehensif.

BACA JUGA: Masukan dari Mahasiswa Jadi Elemen Penting dalam Perbaikan Keberlanjutan Kampus

Visi besar Campus League, turut mendapat dukungan penuh dari para mitra strategis, terutama Bayan Peduli dan Polytron, sebagai sponsor utama.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menyoroti pentingnya kolaborasi ini, dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan bagi talenta muda, khususnya di wilayah Kalimantan.

Pihaknya percaya, investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda.

BACA JUGA: Bupati Brebes Lantik 14 Kades Antarwaktu

”Bayan Group berkomitmen untuk terus Berkarya Nyata, Bangun Bangsa, dengan menyediakan wadah inklusif bagi talenta lokal, agar mampu bersinar di kancah Nasional maupun internasional,” papar Merlin.

Sedangkan Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo menambahkan, olahraga kampus merupakan miniatur dari dunia profesional yang sesungguhnya.

Menurut dia, seperti halnya dengan Campus League, yang berinvestasi pada infrastruktur untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan daya juang para student-athlete, Polytron juga hadir untuk melengkapi perjalanan itu, melalui infrastruktur teknologi.

BACA JUGA: Mengelola Stres dan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

”Kami menambah keseruan di Campus League dengan menghadirkan Polytron Luxia, untuk mendampingi perjalanan akademis mereka di kampus. Laptop ini dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, dengan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh,” ungkap dia.

Campus League sendiri berlandaskan pada tiga pilar utama, Akademik (Academics), Atletisme (Athleticism), dan Afiniti (Affinity). Ketiga fondasi ini dirancang agar generasi muda Indonesia memiliki pendidikan formal yang berkualitas, fisik yang tangguh, serta kepekaan sosial yang tinggi.

Terinspirasi dari The National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat, Campus League telah menyusun peta jalan strategis, dalam tiga fase jangka panjang.

BACA JUGA: Sosialisasi K2 di UPTD Puskesmas Ngaliyan

Fase 1 (2025–2028): Pembangunan fondasi ekosistem, perluasan jangkauan kota penyelenggara, diversifikasi cabang olahraga, dan implementasi sistem Grand Champions melalui ajang UniGames.

Fase 2 (2028–2029): Pemantapan ekosistem melalui sistim laga kandang-tandang (home and away), integrasi kompetisi non-olahraga lintas disiplin, serta pembukaan jalur menuju kompetisi olahraga tingkat internasional.

Fase 3 (2030–2034): Fokus pada keberlanjutan dan ekspansi global, melalui penerapan sistim liga tertutup (closed league system), komersialisasi tim kampus yang sehat, serta perluasan dampak yang melampaui ekosistem perguruan tinggi.

BACA JUGA: Pentingnya Etika ‘Public Speaking’ dan Produksi Konten Media Sosial

Musim 1 Campus League merupakan lompatan besar dari Musim 0 (2025), yang sebelumnya hanya mempertandingkan futsal di Jakarta dan Yogyakarta. Mulai tahun ini, kompetisi berekspansi secara signifikan ke Samarinda, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Tiga cabang olahraga utama, Basket, Badminton, dan Futsal, akan digelar di lima regional itu secara berkesinambungan. Cabor Basket akan bergulir pada April hingga Juni, disusul Badminton, dan ditutup Futsal pada Desember 2026.

Sebagai puncak perhelatan Musim 1, Campus League akan menggelar UniGames, sebuah ajang multi-sports berskala Nasional antarkontingen kampus, yang mengadopsi semangat multievent bergengsi seperti PON dan Olimpiade.

BACA JUGA: Atase Pertanian RI untuk Uni Eropa: FORC3S Bisa Berperan pada Proyek MBG

Berlokasi di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, UniGames akan mempertandingkan cabor tambahan yang meliputi taekwondo, kempo, jujitsu, gulat, biliar, sepak bola putri, basket 3×3, dan atletik.

Predikat Grand Champions akan dianugerahkan kepada kampus dengan raihan akumulasi medali emas terbanyak, sejak cabor pembuka hingga penutupan UniGames.

Riyan