JEPARA (SUARABARU.ID) – Rampung sudah perjalanan tim Sekolah Rakyat Kentrung Jepara (SRKJ) dalam melaksanakan tour pelatihan Kentrung Jepara di 16 Kecamatan se-Kabupaten Jepara.
Kecamatan Karimunjawa menjadi tempat terakhir dari program tersebut, yang dilaksanakan pada hari Jum’at (3/4-2026) di SD Negeri 1 Karimunjawa. Sedangkan instruktur yang terlibat dalam pelatihan di Karimunjawa adalah Arif, Roychan, Bajuri dan Soleh.

Kegiatan pelatihan tersebut total diikuti sebanyak 702 peserta, yang merupakan guru dari berbagai Sekolah Dasar (SD) sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.
Sesuai dengan visi yang diusung tim SRKJ “ajari gurunya, lombakan muridnya” setelah ini akan diadakan lomba secara hybrid, dengan daring di babak seleksi dan nantinya babak final akan dilaksanakan secara langsung di Gedung Wanita pada kisaran bulan Mei – Juni mendatang.

Sarjono selaku Kepala SRKJ menyampaikan bahwa kegiatan tour pelatihan / workshop kentrung jepara sebagai bentuk upaya pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dengan diajarkan kembali kepada generasi penerus melalui pendidikan formal.
“Maka dari itu sasaran workshop ini adalah guru – guru dengan tujuan akan diajarkan kembali kepada para anak didiknya.” Imbuh kepala Sekolah Rakyat Kentrung Jepara yang akrab disapa Mbah John.

Lebih jauh dari itu, Mbah John juga berharap pasca dari pelatihan tersebut para peserta benar – benar dapat mengajarkan agar nantinya dapat mengikuti perlombaan kentrung jepara.
“Karena kelanjutan dari pelatihan ini adalah perlombaan kentrung pelajar berjenjang, jadi guru-guru peserta workshop saya minta untuk menindaklanjuti dan mengajarkan kepada anak didiknya hingga mengikuti lomba,” tegasnya.

Kedepannya kentrung jepara akan menjadi salah satu mata lomba pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kabupaten Jepara, dan terbuka kemungkinan FTBI tingkat provinsi Jawa Tengah. Untuk itu dalam waktu dekat Mbah John bersama tim SRKJ mengagendakan untuk berkomunikasi langsung dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Workshop kentrung jepara sudah berjalan sejak bulan Januari lalu, yang bertempat di Satuan Koordinator Pendidikan Kecamatan Jepara.
Hadepe – Bajuri













