blank
Seorang konsumen sedang memilih mete di Kartika Mete Jatisrono Wonogiri baru-baru ini.(Foto:SB/Komper Wardopo)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Selama Lebaran 1447H/2026 permintaan oleh-oleh makanan ringan berkelas dari Wonogiri, kacang mete, melontak tinggi.

Akibatnya, para pengusaha pengolahan mete di Kecamatan Jatisrono sebagai pusat mete Wonogiri terpaksa harus mendatangkan barang dari luar Jawa. Paling banyak mete dari NTT dan juga dari Sulawesi Selatan.

Bahkan menjelang Lebaran hingga masa libur Lebaran, seorang pengusaha mete di Jatisrono mampu menjual rata-rata 8 ton -9 ton kacang mete berbagai varian per hari. Sementara produksi mete di Kabupaten Wonogri dari tahu ke tahun terus menurun.

“Mete Wonogiri tak mampu memenuhi permintaan konsumen. Kami terpaksa mendatangkan dari luar Jawa demi memenuhi konsumen yang tinggi selama libur Lebaran ini,”ucap Hesti, penjual kacang mete Kartika Mete di Tangjungsari, Kecamatan Jatisrono, baru-baru ini.

Menurut dia, pihaknya mampu memproduki 30 varian rasa mete. Menu rasa juga aneka rasa,  Bahkan meski kacang mete satu jenis, Kartika Mete bisa menjual tiga sampai empat harga mete dengan kualitas super.

blank
Berbagai varian harga dan cita rasa mete tersedia di Kartika Mete Jatisrono Wobogiri.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Tak heran konsumen tiap hari berdatangan ke tokonya di tepi jalan raya Wonogiri-Ponorogo tersebut. Pihaknya juga menyediakan kacang mete mentah dengan harga berbeda pula. Tergantung kualitas dan ukuran mete.

“Pembeli dari luar kota akan kami packing seketat mungkin agar tidak  ada kemungkinan mengoplos. Kami menjaga kualitas mete agar konsumen tetap percaya,”imbuh wanita itu sembari melayani beberapa pembeli.

Seorang konsumen, Ny Nuryati dari Purworejo membeli mete dari Wonogiri saat mudik dan juga membeli melalui pesanan lewat teman. Dari jenis mete tersebut juga berbeda harga dan rasa.”Untuk Kartika Mete kami bisa pilih harga dan barang langsung, rasanya memang lebih enak dan khas Wonogiri, meski bahan metenya dari luar Jawa,”ujar Nuryati.

blank
Mete mentah dari Jatisrono Wonogiri dengan berbagai harga.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Produksi kacang mete dari jambu mete di Kabupaten Wonogiri merupakan yang terbesar di Pulau Jawa. Puncak produksi mete di Wonogri terjadi pada 2012 dengan panen 13.000 ton. Pada 2019 tercatat produksi kacang mete Wonogiri sekitar 8.900 ton.

Pusat mete di Kabupaten Wonogiri berada di Kecamatan Jatisrono dan Ngadirojo. Sedangkan untuk memenuhi pasokan pasar, pengusaha Wonogri juga mendatangkan mete dari Flores NTT dan Sulawesi Selatan.

Kacang mete Wonogiri menjadi komoditas oleh-oleh yang sangat diminati. Terutama menjelang Lebaran. Harga mete matang per Maret 2026 terpantau berkisar Rp169.000 – Rp185.000 per kg untuk berbagai varian kualitas.

Komper Wardopo