blank
Atraksi Kata Beregu Jateng, peraih medali emas PON XXI/2024 Aceh-Sumut, Deterina Sabda Nugraha, Agyvan Rizky Pradana dan Christopher Edbert, saat berlaga di Piala Bambang Raya tahun lalu. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Pengprov Forki Jawa Tengah, H Bambang Raya Saputra SE MBA mengatakan, visi misi pengurus periode 2024-2028 harus tetap terjaga, dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimana pun. Karena dari visi misi itulah, dunia perkaratean bisa dibangun melalui program yang terencana dan terukur.

Hal itu seperti yang dia sampaikan di Semarang, Sabtu (28/3/2026), terkait rencana penyelenggaraan kejuaraan provinsi yang akan digelar di GOR Pakubumi, Kabupaten Magelang, Sabtu-Minggu (4-5/4/2026) mendatang.

Menurut dia, fokus Pengprov Forki saat ini di bidang pembinaan prestasi, dengan penguatan bidang organisasi. Sehingga semua elemen yang ada di tubuh pengurus, harus ikut fokus ke arah itu.

BACA JUGA: Wisata Kali Ndayung Batealit Diserbu Pengunjung saat Kupatan

Disebutkan Bambang, kejuaraan provinsi yang diberi label Piala Bambang Raya ini, bukan semata-mata merupakan upaya Pengprov Forki menyediakan ruang kompetisi bagi para karateka, namun juga sebagai forum untuk berkomunikasi, tukar pengalaman dan ilmu bagi semua atlet, pelatih maupun wasit dan juri.

”Saya berharap, warga karate Jateng mampu memanfaatkan arena ini untuk membangun kualitas diri. Baik itu bidang prestasi maupun organisasi,” kata Bambang, sembari menjelaskan keterlibatan unsur-unsur terkait perkaratean Jateng, akan mampu memberi daya dukung dalam mendorong pengurus melakukan percepatan proses pembinaan di semua bidang.

Senior perguruan Inkai Jateng ini menambahkan, komitmennya untuk tetap fokus pada pembinaan olahraga beladiri di provinsi ini. ”Tugas kami melakukan pembinaan karate di daerah. Untuk urusan yang Nasional, itu tugas PB Forki, KONI Pusat, KOI dan juga Kemenpora,” tegasnya.

BACA JUGA: Yapi Nahdlatul Fata Petekeyan Gelar Halalbihalal, Prof. Mustaqim Tekankan Pentingnya Akhlak Keluarga ​

Dia juga mengaku, mengikuti dinamika di dunia perkaratean Nasional yang sangat dinamis akhir-akhir ini. Dimulai rencana pembatasan cabang PON yang hanya mempertandingkan cabang olimpiade, dan juga cabor karate yang dikeluarkan dari program Design Besar Olahraga Nasional (DBON).

Namun dalam perkembangan terakhir, cabor karate akhirnya dipertandingan di PON XXII/2028, yang berlangsung di NTB dan NTT. Disebutkan juga, PON biasanya digelar pada September atau Oktober.

”Periode kepengurusan ini mungkin tidak sampai saat pelaksanaan PON XXII/2028 pada bulan September atau Oktober. Maka urusan PON itu tugas pengurus periode mendatang. Tugas kami hanya mempersiapkan perangkatnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pengunjung Menbludak Saat Festival Kupat Lepet 2026 di Pantai Kartini

Untuk DBON, jelas Bambang Raya, sifatnya masih tentatif. Karena pembinaan cabor memakai sistim degradasi dan promosi. Artinya, jika cabor karate masih bisa meyakinkan Kemenpora, kalau para karatekanya mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games atau Olimpiade, bukan tidak mungkin karate akan promosi lagi ke DBON.

Sementara itu, informasi dari Panitia Pelaksana Piala Bambang Raya menyebutkan, menjelang penutupan pendaftaran tidak semua Pengcab Forki mengirimkan atletnya. Setidaknya ada lima pengcab yang belum memberi konfirmasinya, Demak, Rembang, Banjarnegara, Purworejo dan Wonosobo.

Kegiatan kali ini memang berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, yang dilaksanakan di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Saat ini digelar pertandingkan antarpengcab, dan tidak ada lagi tim perguruan. Sampai saat ini jumlah pendaftar, kurang dari 600 atlet.

BACA JUGA: Meriah, Ribuan Warga Padati Festival Kupat Lepet di Jepara

Kejuaraan ini mempertandingkan Kelompok Umur, seperti Usia Dini (8-9 tahun), Pra Pemula (10-11 tahun), Pemula (14-15 tahun), Junior (16-17 tahun), Under 21 (18-20 tahun), dan kelompok senior. ”Seperti yang sudah kita sepakati, event ini merupakan landasan untuk proses pembinaan. Maka kita harus mempertandingkan kelompok umur,’’ terang Bambang Raya lagi.

Untuk kelas yang dipertandingkan, sesuai dengan berat badan pada nomor Kata Beregu, Kata Perorangan dan Kumite, baik di bagian putra maupun putri. Pertandingan akan digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Informasi dari panpel menyebutkan, untuk Juara Umum I akan mendapat uang pembinaan dari panitia sebesar Rp 15 Juta, Juara Umum II Rp 5 Juta dan Juara Umum III Rp 3 Juta.

Riyan