blank
Suasana obyek wisata Kali Ndayung, Desa Batealit saat Kupatan Sabtu 28/3-2026. Foto: Fikri Haikal

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tradisi Kupatan yang diselenggarakan 7 hari setelah Idulfitri, tak hanya obyek wisata yang didatangi pengunjung. Namun  kawasan wisata Kali Ndayung yang berada di kaki gunung Muria  di Desa Batealit Jepara terpantau ramai diserbu pengunjung, Sabtu (28/3/2026).

Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, wisatawan mulai berdatangan ke lokasi. Arus kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat hilir mudik menuju kawasan wisata. Bahkan, sejumlah pengunjung tampak datang secara berkelompok menggunakan kendaraan bak terbuka seperti truk agar dapat  mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.

Berdasarkan pantauan SUARABARU.ID di lokasi, area wisata dipenuhi pengunjung yang menikmati suasana alam, duduk bersantai di gazebo, hingga bermain air di aliran sungai. Kepadatan pengunjung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan tradisi Kupatan di tempat wisata alam.

blank

Selain itu, terlihat banyak pengunjung yang membawa kupat dan lepet, lontong opor  dari rumah untuk dinikmati bersama keluarga di lokasi wisata, menambah suasana kebersamaan khas perayaan Kupatan.

Salah satu pengunjung, Umi, mengungkapkan bahwa meskipun kondisi air terlihat agak keruh, hal tersebut tidak mengurangi minat pengunjung untuk bermain air. “Walaupun airnya agak butek karena hujan, tetap segar buat jeguran,” ujarnya. Disamping itu tiket masuk relatif murah yaitu Rp. 3.000 per orang, tambahnya

Hingga sore hari sekitar pukul 16.15 WIB, arus pengunjung masih terus berdatangan dan suasana kawasan wisata tetap ramai.

Ramainya pengunjung ini menjadi gambaran bahwa tradisi Kupatan tidak hanya dirayakan secara bersama keluarga di rumah bersama  keluarga, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat sebagai momen berwisata bersama.

Hadepe – Muhammad Fikri Haikal