SEMARANG (SUARABARU.ID) – Di balik angka besar usia ke-125 tahun, PT Pegadaian memilih cara yang menyentuh hati untuk merayakannya.
Bukan dengan pesta pora, melainkan dengan menyambangi 125 panti asuhan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Melalui tema “MengEMASkan Harapan”, perusahaan pelat merah ini ingin membuktikan bahwa eksistensi mereka bukan sekadar soal bisnis gadai, tapi tentang menjaga harapan masyarakat kecil tetap hidup.
Khusus di wilayah Jawa Tengah dan DIY, Kantor Wilayah XI Semarang bergerak cepat memastikan amanah ini sampai ke tangan yang tepat.
Sebanyak 10 lembaga sosial—mulai dari tempat perlindungan bayi hingga panti wreda—menjadi saksi nyata kepedulian ini.
Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak, melibatkan kolaborasi erat antara kantor wilayah dan kantor area guna memastikan setiap paket bantuan mendarat tepat sasaran.
Bagi Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, momen ulang tahun ini adalah pengingat bahwa perusahaan harus tumbuh beriringan dengan kesejahteraan warga.
“Kami ingin hadir sebagai solusi dan pembawa kebahagiaan. Fokus kami bukan hanya pada angka-angka bisnis, melainkan pada tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Aries.
Dampak bantuan ini dirasakan langsung oleh para pengelola yayasan yang setiap hari berjuang mengasuh anak-anak yatim dan lansia.
Fandy Prasetya Kusuma dari Yayasan Sekolah Kehidupan mengungkapkan rasa syukurnya. Baginya, bantuan ini adalah suntikan semangat bagi para pengurus untuk terus mengabdi.
“Tentunya kami di yayasan sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini dari PT Pegadaian,” katanya saat acara pemberian bantuan Pegadaian Berbagi “125 Tahun Hadir MengEMASkan Harapan” di Yayasan Sekolah Kehidupan Jalan Cakrawala Utara III Tawangsari, Rabu 1 April 2026.
Adapun lembaga penerima bantuan dari PT Pegadaian di wilayah Jateng-DIY untuk Kota Semarang dan sekitarnya adalah Yayasan Sekolah Kehidupan, Panti Wredha Ungaran, dan Rumah Bayi Nusantara.
Sementara itu, untuk wilayah Kudus dan Muria penerimannya adalah Panti Sosial Asuh Anak Nurul Mursyid, Sunan Muria, dan Budi Luhur. Serta wilayah lain seperti Yayasan Kiwari (Sleman), Panti Al-Ikhlas (Tegal), Darul Mustofa Ar-Rizqi (Surakarta), dan Harapan Mulia (Purwokerto).
Dengan langkah ini, Pegadaian menegaskan posisinya bahwa setelah lebih dari seabad berdiri, emas yang paling berharga bagi mereka adalah senyum dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.













