blank
Foto bersama para Dewan Juri dan Komika yang telah tampil dalam WAR THR. Foto: Dok. Panitia.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Suasana malam di Nongkrong Kopi-9 terasa berbeda dari biasanya. Kursi-kursi dipenuhi penonton, spot panggung menyala terang, dan gelak tawa terdengar silih berganti dalam Kompetisi Stand Up Comedy WAR THR Season 3 pada Minggu 15 Maret 2026.

blank
Salah satu Komika saat tampil di War THR. Foto: Dok. Panitia.

WAR THR bukan sekadar kompetisi biasa. Tahun ini, formatnya dibuat lebih menantang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu hanya digelar satu kali perlombaan, kini peserta harus melewati tiga tahap: babak pertama, babak kedua, hingga babak final.

Babak pertama dan kedua digelar pada 1 dan 8 Maret di Atmosfera. Dari puluhan komika yang tampil, hanya enam peserta terbaik yang berhasil melangkah ke babak final. Mereka datang dengan materi terbaik, siap mengundang tawa sekaligus membuktikan kemampuan di atas panggung.

blank

Malam final semakin meriah dengan hadirnya juri tamu, penyanyi Diors Celline dan mantan pemain Persijap Jepara Fikron Afriyanto. Kehadiran mereka membuat suasana panggung semakin hidup, sementara para peserta tampil dengan gaya komedi yang beragam—mulai dari cerita kehidupan sehari-hari hingga humor yang mengangkat realitas sosial.

Di balik terselenggaranya acara ini, ada sosok Nopelzeck yang menjadi penggagas acara. Bersama Nopal Fajar dan Ibrahim Al Islami, mereka bekerja sama dengan komunitas Stand Up Indo Jepara untuk mewujudkan acara ini.

blank

“WAR THR akan selalu ada setiap tahun menjelang Lebaran,” ujar Nopelzeck dengan optimistis.

Ajang ini juga menjadi ruang pertemuan bagi komika dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Jepara, beberapa peserta juga datang dari komunitas Stand Up Indo Kudus. Hal ini membuat perbedaan gaya komedi dari tiap daerah membuat panggung semakin berwarna.

blank

Setelah melalui penampilan yang mengundang banyak tawa, akhirnya terpilih para pemenang WAR THR Season 3. Ciko dari Stand Up Indo Jepara berhasil meraih juara pertama, disusul Joko dari Stand Up Indo Jepara di posisi kedua, serta Bajuri dari Stand Up Indo Kudus di posisi ketiga.

Tidak hanya sekadar mencari pemenang, WAR THR menjadi bukti bahwa Stand Up Comedy di daerah terus berkembang. Panggung kecil, tawa penonton, dan semangat para komika malam itu menunjukkan bahwa humor bisa menjadi cara sederhana untuk menyatukan banyak orang.

Septiana W.