blank
Kebakaran rumah industri pembuatan tahu, terjadi gara-gara api yang berasal dari tumpukan sekam padi yang berkobar.(Dok.Damkar Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gara-gara api dari sekam padi (merangbut) yang berkobar, telah memicu terjadinya kebakaran pada rumah industri pembuatan tahu. Rumah industri pembuatan tahu yang terbakar adalah milik Sunarto, warga Dusun Watugede
RT 9/RW 3, Desa Jatisrono, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Amukan jago merah tersebut berlangsung mulai Selasa lewat tengan malam (17/3/26) Pukul 24.10. Ini merupakan buntut dari api kebakaran sekam yang sebelumnya terjadi Senin siang (16/3/26) Pukul 11.57. Koabaran apinya membakar tumpukan sekam dan kulit kacang mete, yang dipakai sebagai bahan bakar pembuatan tahu.

Petugas Damkar yang melakukan penyelidikan di lokasi, mendapati api kebakaran muncul dari tumpukan sekam dan kulit mete yang masih mureng (membara). Yang kemudian menyala dan akhirnya berkobar membakar rumah penggorengan tahu. Dengan sigap, pemilik rumah industri tahu meminta bantuan warga sekitar. Juga meminta bantuan kepada relawan dari Komunitas Team Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, Markas Induk Damkar Wonogiri menerima telpon permohonan bantuan pemadaman Selasa lewat tengah malam (17/3/26) Pukul 24.10.

Menyikapi permohonan bantuan pemadaman tersebut, Tim Fire Figther Damkar Markas Induk Wonogiri segera meluncur ke lokasi. Membawa serta 2 unit mobi brandweer dipimpin Komandan Regu (Danru)-3 Setyo Pamungkas, dengan annggota Rudi Hartanto, Gunawan Endro C, Juni Haryadi, Sidik Hudi A, Supriyanto, Nanda Ari P dan Rio Adi P.

Koramil


Tiba di lokasi, langsung melakukan pemadaman. Itu dilaksanakan mulai Pukul 24.10 sampai dengan Pukul 02.30. Tindakan pemadaman, mendapatkan bantuan dari para relawan tanggap bencana dari Komunitas TRC Sidoharjo, prajurit TNI AD dari Koramil-14 dan personel piket Polsek Jatisrono, para perangkat desa beserta warga sekitar.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran rumah industri pembuatan tahu tersebut. Begitu dipastikan api betul-betul telah padam, baru kemudian Team Fire Fighter Damar Wonogiri pulang meninggalkan lokasi, untuk kembali ke markas induk.
Berkaitan dengan musibah kebakaran tersebut, pihak Damkar Pemkab Wonogiri, mengimbau masyarakat agar cermat dalam memperlakukan api. Pastikan tidak ada lagi peluang yang dapat memicu kebakaran, sebelum proses pembuatan tahu dinyatakan rampung.
Termasuk tentunya, bara api yang mungkin masih tersisa pada tumpukan sekam, yang dipakai sebagai bahan bakar yang untuk pembuatan tahu. Pastikan, itu telah benar-benar padam, ketika proses produksi pembuatan tahu telah selesai, dan baru kemudian dapat ditinggal untuk istirahat tidur.(Bambang Pur)