Oleh : Hadi Priyanto
Suasana Ruang Reptaloka SMKN 2 Jepara tampak penuh semangat dan kehangatan, Senin 16 Maret 2026. Sebanyak 80 guru dan karyawan SMK Bidang Seni dan Kerajinan berkumpul dalam satu forum yang dinantikan: Rapat Pembinaan Perdana Kepala SMKN 2 Jepara yang baru. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah momentum bersejarah — pertemuan pertama bersama pemimpin baru yang telah lama menjadi rekan sekerja
dikenal, dan kini resmi memegang amanah tertinggi di sekolah ini. Indria Mustika sebelumnya telah mengabdi sebagai guru Tata Busana di sekolah yang membesarkannya sejak tahun 2006
Indria Mustika, Kepala SMKN 2 Jepara yang baru, membuka pembinaan dengan penuh kehangatan dan keyakinan. Sosok yang telah cukup lama mengabdi di lingkungan SMKN 2 Jepara ini hadir bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar sekolah yang kini dipercaya untuk memimpin. Perjalanan panjang yang telah ditempuhnya, dari seorang guru biasa hingga dilantik Gubernur Jateng 3 Maret 2026, dan kemudian menerima surat tugas sebagai kepala sekolah di sekolahnya sendiri, menjadi inspirasi nyata bagi seluruh yang hadir. Apalagi sekolah ini memiliki 1504 siswa

Pada awal pertemuan ia menyampaikan sebuah pesan yang langsung menyentuh hati: “Hasil tidak akan menghianati usaha.” Kalimat sederhana namun sarat makna ini menjadi ruh dari seluruh arahan yang disampaikan — bahwa setiap langkah yang diambil dengan sungguh-sungguh, setiap peluh yang tercurah dengan tulus, tidak akan pernah sia-sia.
Perjalanan Panjang Menuju Puncak Amanah
Indria Mustika berbagi tentang perjalanannya yang tidak singkat. Proses yang dilalui penuh dengan lika-liku, tantangan, dan pembelajaran yang tiada henti. Namun di balik semua itu, ada dua kunci yang ia pegang erat: pengalaman yang terus diasah dan kemampuan memanfaatkan setiap peluang yang ada, termasuk kolaborasi dengan pengabdian yang ditekuninya
“Pengalaman adalah guru terbaik. Tetapi pengalaman saja tidak cukup — kita juga harus pandai membaca dan memanfaatkan peluang yang ada di hadapan kita,” demikian Indria Mustika berbagi pengalaman. Pencapaian menerima kepercayaan dan surat tugas sebagai kepala sekolah di sekolahnya sendiri adalah buah dari konsistensi, kesabaran, dan keberanian untuk terus melangkah meski jalan tidak selalu mudah.

Kisah perjalanan Bu Indri demikian ia akrab disapa, bisa menjadi pesan yang kuat bagi seluruh guru dan karyawan: bahwa kesuksesan bukan hak segelintir orang, melainkan buah dari kerja keras yang konsisten dan kepekaan dalam menangkap setiap kesempatan.
Di luar tugasnya, Indria Mustika juga aktif di berbagai lembaga kemasyarakatan mulai Yayasan Kartini, Yayasan Pelestari Ukir, Forum Penulis Literasi Jepara hingga menjadi penulis buku ajar. Ia juga pernah mendapatkan kesempatan mengikuti Short Course di Australia tahun 2017. Juga mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua MGMP Tata Busana SMK Provinsi Jawa Tengah.
Setiap Guru Berhak Menjadi Kepala Sekolah
Salah satu pesan paling membangkitkan semangat yang disampaikan Indria Mustika adalah keyakinannya bahwa setiap guru memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi kepala sekolah. Tidak ada yang menutup pintu itu — selama ada kemauan, kemampuan, dan kesiapan untuk terus bertumbuh.
Lebih dari sekadar jabatan, kepala sekolah adalah amanah untuk memberi dampak yang lebih luas. “Guru-guru yang memiliki kemampuan hebat seyogyanya tidak menyimpan kecemerlangan itu hanya untuk dirinya sendiri atau lingkungan satu sekolah saja. Ketika saatnya tiba, kemampuan itu perlu ditularkan ke sekolah-sekolah lain — menjadi agen perubahan yang menerangi lebih banyak tempat,” tutur pencipta Jepara Carnival ini

Pesan ini sekaligus menjadi tantangan sehat bagi seluruh guru SMKN 2 Jepara: jangan berhenti berkembang, jangan puas dengan zona nyaman, dan teruslah mengasah diri — karena dunia pendidikan membutuhkan lebih banyak pemimpin yang lahir dari kelas-kelas yang penuh dedikasi.
Hikmah Diklat Ramadhan: Pondasi Nilai yang Kokoh
Pembinaan hari ini juga secara khusus menggali hikmah dari Diklat Ramadan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia mengingatkan bahwa Diklat Ramadhan bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan sebuah laboratorium jiwa — tempat setiap insan di SMKN 2 Jepara digembleng untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tiga nilai utama yang dipetik dari diklat tersebut menjadi landasan kokoh dalam menjalankan visi dan misi sekolah: kejujuran, tanggung jawab, dan kebersamaan.
Kejujuran adalah fondasi kepercayaan. Tanpa kejujuran, tidak ada hubungan yang tulus antara guru dan murid, antara rekan sejawat, maupun antara sekolah dan masyarakat. Tanggung jawab adalah napas dari profesionalisme — setiap tugas yang diemban, sekecil apapun, adalah amanah yang harus ditunaikan sepenuh hati. Sedangkan kebersamaan adalah kekuatan sejati yang mengubah individu-individu hebat menjadi tim yang luar biasa.

Guru Berhati Baik: Refleksi Diri di Bulan Penuh Berkah
Melalui momentum Diklat Ramadhan, ia mengajak seluruh guru dan karyawan untuk kembali merefleksi diri. “Seorang guru yang baik bukan hanya dinilai dari seberapa pintar ia mengajar, tetapi dari seberapa baik hatinya,” demikian pesan yang disampaikan. Kebaikan hati itu diwujudkan dalam sikap kepada sesama murid, kepada rekan guru, kepada pimpinan sekolah, dan kepada seluruh warga besar SMKN 2 Jepara.
Hati yang baik bukan berarti lemah. Sebaliknya, hati yang baik adalah hati yang kuat — kuat untuk berlaku adil, kuat untuk jujur meski menyakitkan, dan kuat untuk tetap sabar di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan. Guru yang berhati baik adalah guru yang mampu menjadi teladan nyata bagi peserta didiknya, bukan hanya dalam ruang kelas, tetapi dalam setiap aspek kehidupan.
Semangat Berbagi dan Kasih Sayang sebagai Kekuatan Bersama
Indria Mustika yang juga pernah mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua MGMP Tata Busana Provinsi Jawa Tengah ini juga menegaskan bahwa seorang guru seyogyanya memiliki jiwa dermawan — bukan hanya dalam hal materi, tetapi utamanya dalam hal ilmu dan pengalaman.
“Ilmu yang dibagikan tidak akan berkurang, justru sebaliknya, ia akan bertumbuh dan berbuah melalui generasi yang terus belajar. Guru yang gemar berbagi akan menumbuhkan ekosistem belajar yang dinamis, kreatif, dan menginspirasi,” urainya
Melengkapi semua itu, rasa kasih sayang di antara guru dan karyawan menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh nilai. Kasih sayang yang diwujudkan dalam tindakan nyata: saling mendukung, saling menguatkan, saling memaafkan, dan saling mendoakan. Sebuah sekolah yang dibalut kasih sayang adalah sekolah yang nyaman bagi semua — murid merasa diterima, guru merasa dihargai, dan karyawan merasa diakui kontribusinya.
Bersama Menuju Visi dan Misi SMKN 2 Jepara
Seluruh hikmah dan nilai yang disampaikan dalam pembinaan ini bermuara pada satu tujuan: mewujudkan visi dan misi SMKN 2 Jepara. Indria Mustika menekankan bahwa visi misi bukan sekadar tulisan di dinding yang terlupakan, melainkan peta jalan yang harus dihayati dan dijalankan oleh setiap individu di lingkungan sekolah.
Dengan kejujuran sebagai kompas, tanggung jawab sebagai mesin penggerak, kebersamaan sebagai kendaraan, hati yang baik sebagai bekal, jiwa berbagi sebagai bahan bakar, dan kasih sayang sebagai jalan — SMKN 2 Jepara di bawah kepemimpinan Ibu Indria Mustika diyakini mampu melangkah lebih jauh, tumbuh lebih tinggi, dan bersinar lebih terang.
Usaha Tidak Akan Mengkhianati Hasil
Rapat Pembinaan Perdana ini ditutup dengan suasana yang hangat dan penuh harapan. Delapan puluh guru dan karyawan yang hadir meninggalkan Ruang Reptaloka bukan hanya dengan catatan dan arahan teknis, tetapi dengan sesuatu yang jauh lebih berharga: semangat yang diperbarui, keyakinan yang diperkuat, dan harapan yang makin besar untuk meraih cita-cita bersama.
Perjalanan panjang Indria Mustika adalah bukti nyata bahwa dengan pengalaman yang terus diasah dan kepekaan dalam memanfaatkan peluang, tidak ada cita-cita yang mustahil diraih. Kini, di bawah kepemimpinannya, seluruh guru dan karyawan SMKN 2 Jepara diajak untuk menorehkan perjalanan yang sama — dengan versi masing-masing yang penuh dedikasi.
Semoga langkah awal yang penuh semangat ini menjadi fondasi kokoh bagi perjalanan panjang SMKN 2 Jepara menuju masa depan yang lebih gemilang. Bersama kita bisa. Bersama kita maju. Bersama kita meraih cita-cita.
Penulis adalah Wartawan Suarabaru.id













