PURWOREJO (SUARABARU.ID)-Bulan suci Ramadhan sebagai momentum yang strategis untuk berbuat kebajikan seperti berbagi kepedulian terhadap sesama. Keluarga Besar Alumni SMAN 1 Purworejo yang dikenal sebagai Muda Ganesha (MG) berbagi kepedulian dengan menebar bantuan atau subsidi kepada 1.000 siswa kurang mampu, para yatim, piatu, dan kaum dhuafa.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Tilawah Al Qur’an yang dibacakan oleh Zulkarnaen Itsar Al Haqqoni, siswa kelas X-H. Bacaan yang tepat dan suara yang merdu membuat Ruang Karakter BJ Habibie sesaat tenggelam dalam hening.
Kepala SMAN 1 Purworejo, Cahyo Winarno, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa sekolah selalu terbuka untuk menerima darma bakti dan kiprah peduli para alumni.

Dirinya memberikan apresiasi kepada Muda Ganesha atas perhatiannya kepada siswa didiknya.
“Harapan kami semoga semua bakt, semua kepedulian dan apa yang diberikan Muda Ganesha untuk adik-adiknya siswa SMAN 1 Purworejo bisa menggugah motivasi dan inspirasi berguna untuk masa depan mereka,” katanya kepada SUARABARU.ID.
Dari 1.000 amplop berisi uang tunai tersebut, 250 diantaranya diberikan kepada siswa SMAN 1 yang kurang mampu. Selebihnya dibagikan kepada para siswa/siswi di beberapa sekolah, panti asuhan, dan pondok pesantren serta warga sekitar Purworejo yang masuk kategori penerima bantuan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Mas dan Mbak Muda Ganesha yang mau datang ke rumah kami berbagi dan menyemangati putri kami! ” kata Purwati warga Senepo Barat Kutoarjo.
Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Hermawan Wahyu Utomo, S.T, M.Si (MG 90) beserta jajaran pengurus, dan Dewan Pembina Muda Ganesha, Sabtu (14/3/2026) sore.
Bertempat di Ruang Karakter BJ Habibie acara berlangsung penuh khidmat.
Mewakili Ketua Umum MG, Marsekal Muda TNI Purwoko Aji Prabowo (MG 89) yang tak bisa hadir, Hermawan memberikan pernyataan bahwa selain memberikan subsidi, kegiatan kali ini adalah untuk memberikan motivasi kepada para siswa SMAN 1 Purworejo
“Mereka harus punya spirit untuk menjawab tantangan, mempersiapkan dan menata masa depan, lebih baik,” kata Hermawan optimis.
Harapannya ke depan para siswa optimistis dalam menjalankan kehidupan selanjutnya, supaya tetap semangat. Jangan melihat kekurangan yang ada sebagai kendala. Jadikan kendala sebagai tantangan untuk untuk direspon, selalu berjuang dan mempersiapkan diri setelah lulus dari sini.
Jelang berbuka puasa bersama, para siswa diguyur tausiyah inspiratif penuh motivasi oleh Prof.drg Suryono (MG 88) menyampaikan materi “Menjadi Umat Yang Terbaik”.
Gaya komunikatif Profesor mampu menghidupkan suasana, para siswa/siswi berani mengutarakan pendapatnya saat ditanya suatu hal olehnya. ” Jangan pernah mengeluhkan kondisi yang ada dalam proses belajar, saya sudah nggak muda lagi saat dapat tugas mengebor ilmu di Jepang, belajar huruf Kanji, dengan kultur disiplin dosen di sana yang jelas beda! ” kata Profesor drg Suryono serius.
Sesekali joke dan sulap dilontarkan di sela tausiyah, membuat suasana tambah akrab. Berkali-kali lembaran uang seratus ribu rupiah dibagikan kepada siapa saja yang berani mengutarakan pendapatnya.
Tepat saat Adzan Maghrib berkumandang, semua terlihat bahagia dan gembira menyantap hidangan masakan dan minuman olahan Rini Octavia De R (MG 94). Sudah menjadi kultur positif di setiap kegiatan sosial, semua anggota MG terlibat dalam team work yang solid saling mengisi bersatu padu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Muda Ganesha memang punya kultur yang bagus, bahkan sejak mengebor ilmu di sekolah tercinta SMAN 1 Purworejo, semua alumni boleh menjadi versi terbaik masing-masing, dan selalu hadir memberi kontribusi positif dan nyata buat masyarakat! ” kata Lies Venita Handayani (MG 88) bangga.
Di akhir acara Duo MC Ulfa (MG 91) – Desti ( ( MG 98) melantunkan pantun sebagai penutup,
“Pergi ke masjid indah di sore hari,
Hati tenang mendengarkan adzan,
Semoga Allah meridhoi acara ini
Dan juga memberikan kehangatan.”(age)













