blank
Salah satu peserta Festival Tongtek 2026 Jepara. Foto: Kanal Budiarto.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Malam Ramadan di depan Pendopo Kabupaten Jepara terasa berbeda. Jalanan yang biasanya hanya ramai lalu lalang kendaraan berubah menjadi lautan manusia serta berdiri panggung kehormatan yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Jepara beserta jajarannya dalam acara Festival Tongtek Piala Bergilir Bupati Jepara, Jumat malam 14 Maret 2026.

Tampak beberapa anak-anak duduk di bahu ayahnya, para ibu berdiri di pinggir jalan sambil mengobrol dengan yang lain, sementara para remaja sibuk mengabadikan momen dengan ponsel mereka. Pukul 20.00, dari kejauhan suara kentongan bambu mulai terdengar—ritmis, keras, dan semakin mendekat. Itulah tanda bahwa Festival Tongtek telah dimulai.

Dentuman tongtek menggema memecah malam. Sejumlah pemuda berjalan beriringan sambil memukul kentongan bambu, dan alat musik yang dihias dengan sangat apik penuh kreasi. Irama yang tercipta terdengar kompak, penuh energi. Kadang cepat dan menghentak, kadang melambat mengikuti gerakan para pemain yang menari di tengah barisan yang juga memakai baju kreasi yang apik.

Persiapan untuk tampil di festival ini tidaklah singkat. Salah satu pemain meyampaikan bahwa berminggu-minggu sebelumnya, para pemuda desa sudah berkumpul setiap malam untuk berlatih. Mereka mencoba berbagai pola irama, mengatur formasi barisan, hingga merancang kostum yang akan dikenakan.

Tongtek yang dulu hanya bunyi kentongan untuk membangunkan warga Bersiap sahur, sekarang ini berkembang menjadi sebuah pertunjukan seni rakyat yang meriah. Kini, tongtek bukan sekadar bunyi penanda sahur, tetapi juga simbol kebersamaan warga dan pemuda dan mejadi gengsi antar kecamatan. Bagi mereka, tampil di festival tongtek bukan sekadar lomba, tetapi juga kebanggaan membawa nama kecamatan asal.

Festival yang dimulai dengan mengambil titik start dan finish di Alun-Alun I Jepara. Sebanyak 25 grup peserta ambil bagian dalam ajang tahunan ini, dengan setiap kelompok beranggotakan sekitar 20 hingga 30 orang. Dibuka dengan penampilan Grup ERJE Percussion dari Kecamatan Kembang hingga ditutup dengan Grup erahir PRJ revolution dari Welahan.

Total hadiah yang diperebutkan dalam festival ini cukup menarik, dengan Juara I mendapatkan hadiah Rp7.500.000 serta Piala Bergilir Bupati Jepara. dengan pengumuman resmi pemenang masih menunggu proses rekapitulasi nilai dari dewan juri dan rencananya akan diumumkan melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Jepara.

Wakil Bupati Jepara Ibnu Hajar menyampaikan apreiasinya kepada seluruh pihak yang terkait yang berkontribusi dan menyukseskan acara ini. Termasuk seluruh peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Jepara.

“Acara semacam ini juga selaras dengan misi kami dalam mewujudkan masyarakat religius, menjunjung tinggi nilai keagamaan dan kerukunan. Sehingga diharapkan Festival Tongtek 2026 ini akan menjadi wadah positif bagi generasi muda di Jepara yang berkreasi dan beinovasi dalam mengembangkan seni musik tradisional,” Ujar Gus Hajar dalam sambutannya saat membuka acara.

Septiana W.