SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jawa Tengah melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, Rabu (11/3/2026).
Rakor sendiri dilaksanakan dalam rangka pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing, guna melaksanakan program kerja Kanwil Ditjenim Jawa Tengah di bidang koordinasi pengawasan orang asing di wilayah Jawa Tengah.
BACA JUGA: Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Jateng Gelar Donor Darah
Dalam Rakor Timpora dihadiri Kepala Kanwil (Kakanwil) Ditjenim Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, para pimpinan instansi, para penegak hukum, dan Kepala UPT Keimigrasian se-Jateng.

Kakanwil Ditjenim Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan menyampaikan, perkembangan global saat ini telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam dinamika mobilitas manusia antarnegara.
Menurut Kakanwil, arus keluar masuk orang lintas batas negara semakin meningkat sebagai konsekuensi dari keterbukaan ekonomi, perkembangan teknologi transportasi, serta intensitas kerja sama internasional yang semakin luas.
“Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi besar, stabilitas kawasan yang relatif terjaga, serta sumber daya yang melimpah menjadi salah satu destinasi penting bagi warga negara asing, baik untuk kegiatan investasi, pariwisata, pendidikan, maupun berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” ungkap Haryono.
BACA JUGA: Kanwil Jateng Gelar Sosialisasi Peran Keimigrasian dalam Pencegahan TPPO
“Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi bangsa kita untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global. Pada saat yang sama, meningkatnya mobilitas orang asing menuntut negara untuk memperkuat sistem pengawasan guna memastikan setiap orang asing yang berada di wilayah Indonesia mematuhi hukum, serta tidak melakukan aktivitas yang bertentangan dengan kepentingan nasional,” terangnya.
Data keimigrasian menunjukkan bahwa pergerakan orang asing yang masuk dan keluar wilayah Jawa Tengah terus mengalami peningkatan.
Pada periode Januari hingga Desember 2025, jumlah perlintasan yang melalui Bandar Udara Internasional Ahmad Yani dan Pelabuhan Laut Tanjung Mas di Semarang, Bandar Udara Adi Sumarmo di Surakarta serta Pelabuhan Laut Tanjung Intan di Cilacap sebanyak 39.892 orang.
BACA JUGA: Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Jateng Pastikan WNI Tak Jadi Korban TPPO
Dengan rincian WNA yang datang sebanyak 18.097 orang dan berangkat sebanyak 21.795 orang. Mayoritas mereka berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat dan India.













