Oleh: Ulul Abshor
JEPARA (SUARABARU.ID)- “…. Kita lalai, kita sendiri pun sedang direkam. Lalu pernahkah kita ‘scroll’ rekaman hidup kita sendiri?”
Siang ini, sepulang jum’atan dari Masjid Agung, harus meluangkan waktu untuk ikut ‘ngurusi’ urusan seseorang yang melakukan tindakan tidak terpuji tapi dia dengan pedenya ‘minta balasan’ atas tindakan tersebut. Ya Allah, jadi teringat peristiwa ‘begal yang dikejar suami korban kemudian si begal kecelakaan nabrak tembok dan mati’.
Lalu teringatlah nasihat bijak: “Hiduplah sesukamu, tapi ingat kamu akan mati. Cintailah siapa saja, tapi ingat kamu akan berpisah. Dan berbuatlah semaumu, karena semua akan ada balasannya.”
Dalam kearifan Jawa, pesan ini selaras dengan ajaran untuk hidup yang tata, titi, tentrem. Hidup di dunia hanyalah ‘mampir ngombe’ (singgah untuk minum).
Menjaga Gerbang Lahir (Pancadriya)
Dalam serat-serat kuno, tubuh kita adalah “kereta” dan indera adalah kuda-kudanya. Jika kuda tidak dikendalikan, kereta akan masuk jurang.
Netra (Mata): Bukan sekadar melihat, tapi ‘ndeleng mawa batin’. Melihat dengan ketajaman nurani.
Karna (Telinga): Menjalankan laku ‘talingan’, yaitu pandai menyaring suara.
Grana (Hidung): Melatih nafas, menyadari bahwa setiap nafas adalah pemberian-Nya.
Tutuk (Mulut – Lidah): Prinsip ‘ajining diri dumunung ana ing lathi’. Harga diri seseorang ada pada lidahnya. Menjaga bicara agar selalu jujur dan menjaga perut dari makanan yang bukan haknya.
Pancakaki (Tangan & Kaki-Peraba): Mengarahkan langkah untuk laku prihatin (hidup sederhana) dan tangan untuk sedekah ngelmu atau membantu sesama tanpa pamrih.
Pada saatnya nanti, lima gerbang lahir ini akan bicara sendiri. Mulut akan diam. Tangan dan kaki yang bersaksi. Tidak bisa berdalih. Tidak bisa bohong.
‘….Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati—semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.’ (QS Al-Isra 36).
Menata Gerbang Batin (Pikiran & Hati, Pancabudi)
Khasanah budaya Jawa mengenal ‘olah rasa’. Apa yang masuk dari luar, harus dimasak di dalam batin agar menjadi kebijaksanaan.
Panyaring (Kesadaran): Mampu membedakan mana yang keinginan nafsu dan mana kebutuhan jiwa. Tidak semua yang tampak indah itu baik. Jangan telan mentah-mentah apa yang dilihat dan didengar. Saring mana yang benar dan mana yang bohong.Angen-angen (Imajinasi): Mengarahkan pikiran pada sasmita (isyarat) kebaikan. Bagaimana cara memberi manfaat bagi orang banyak (‘migunani tumraping liyan’).
Insting Kebaikan (Rasa Pangrasa-Empati): Mengasah rasa agar bisa ‘ngrasakke rasane wong liya’ (merasakan apa yang dirasakan orang lain). Inilah puncak kemanusiaan.
Gudang Ingatan (Daya Pangeling-Memori): Selalu eling lan waspada. Eling kepada sang Pencipta, dan waspada terhadap tipu daya dunia yang sesaat.
Pabrik Gagasan (Budhi-Kreativitas Spiritual): Gunakan akalmu untuk mencari solusi, bukan mencari masalah.
“Sapa nandur, bakal ngundhuh.”
(Siapa yang menanam, dia yang akan memanen).
Dunia ini ibarat kebun. Apa yang kita masukkan lewat mata dan telinga, lalu kita olah dalam pikiran dan hati, itulah yang akan menjadi “buah” perbuatan kita.
Setiap orang akan kembali ke asalnya (‘Sangkan Paraning Dumadi’). Ungkapan “kamu akan mati” dan “kamu akan menuai balasan” adalah pengingat bahwa semua yang kita lakukan dengan 10 indera kita akan menjadi “bekal” saat pulang.
Tetapi, di era modern saat ini membuat kita sibuk merekam makanan, pemandangan, dan momen. Kita lupa: kita sendiri sedang direkam. Lalu pernahkah kita ‘scroll’ rekaman hidup Anda sendiri? Bulan puasa adalah momen untuk ‘scroll’ rekaman kita “wal tandhur nafsun ma qoddamat lighot, wattaqullah.” (muhasabah dan muroqobah).
Di era touchscreen, kita sentuh layar lebih sering daripada sentuh tangan manusia. Kapan terakhir kupeluk orangtuaku? Kapan terakhir kujabat tangan saudaraku dengan ikhlas?
Hukumnya sederhana: Input buruk, output buruk. Layar hitam, hati pun hitam. Pilihanmu hari ini adalah rekamanmu nanti, “balaa qoodirina ‘ala an nusawwiya banaanah..”.
Ya Allah ya Rabb, Ampuni kami… Sayangi kami…’Robbighfirli warhamni…’
(Penulis adalah Katib Syuriah PCNU Kabupaten Jepara)













