blank
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita, mengunjungi rumah usaha Boneka Trilili, di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 25 Februari 2025. (Dok)

 

BOGOR (SUARABARU.ID) – Usaha rumahan dengan brand Boneka Trilili Binaan Yayasan Astra (Yayasan Dharma Bhakti Astra) di Gunung Putri Bogor, mendapat kunjungan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita, Rabu, 25 Februari 2025.

Kunjungan ini disebut sebagai bentuk apresiasi dan pemantauan langsung terhadap usaha rumahan yang mampu memberdayakan puluhan orang tersebut.

Reni, mengatakan, tidak menyangka hasil produksinya akan sebersaing itu. Bahkan, disebutnya punya kualitas yang tak kalah dengan pabrikan.

“Desain, dan keunikannya seperti dihasilkan pabrikan. Ya kalau kita beli buatan dalam negeri, jadi tidak ragu ya,” katanya di sela-sela kunjungan

Melihat potensi itu, dia mendorong untuk para pengusaha pemula berani mengrmbangkan berbisnis boneka.

“Karena ini cukup menjanjikan,” ucapnya.

Sebagai informasi, CV Triangsa Mandiri dikenal sebagai produsen mainan dan boneka yang makin tumbuh. Sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Perjalanan bisnis dimulai oleh Tri Nurwati ini dimulai pada tahun 2017 dengan skala yang sangat sederhana. Dia punya bekal pengalaman 23 tahun bekerja di bidang ini.

Pada masa awal operasionalnya, udaha rumahan ini hanya mempekerjakan 10 orang warga sekitar. Berkat ketekunan serta strategi bisnis yang terarah, perusahaan ini berhasil mencetak pertumbuhan yang sangat signifikan.

Saat ini, peningkatan kapasitas penyerapan tenaga kerja telah memberdayakan 33 orang tenaga kerja.
Kehadiran usaha ini benar-benar membawa perubahan taraf hidup bagi puluhan kepala keluarga yang kini menggantungkan asa pada produksi boneka berkualitas.

Lebih lanjut, Yayasan Astra memberikan awareness kepada CV Triangsa Mandiri tentang Quality, Cost, dan Delivery (QCD) pada proses produksinya agar dapat memahami kebutuhan potential customer sehingga dapat menjangkau pasar lebih luas.

CV Triangsa Mandiri telah mengikuti Pelatihan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) oleh Yayasan Astra melalui Pusat Pendampingan UMKM (PPU) Bogor – Citeureup dan telah mengaplikasikannya di seluruh area produksi.

Penerapan budaya kerja ini telah mendukung efisiensi produksi sekaligus menjaga lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan yang bertugas. CV Triangsa Mandiri juga mendapatkan Pelatihan Harga Pokok Penjualan (HPP) dari Yayasan Astra agar pelaku usaha dapat menetapkan harga penjualan yang sesuai dengan biaya produksi serta memberikan keuntungan.

Dari segi produk, CV Triangsa Mandiri juga berani dalam melakukan inovasi produk dan memastikan legalitas usaha. Perusahaan telah mengambil langkah cerdas dengan mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk merek dagang kebanggaan mereka yakni Trilili.

Di bawah payung merek Trilili ini, fokus produksi diarahkan pada pembuatan berbagai macam boneka berkarakter hewan yang sangat digemari oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Lebih jauh lagi, komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan konsumen khususnya anak-anak dibuktikan dengan perolehan Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk seluruh lini produk yang dipasarkan. Sertifikasi ini menjadi jaminan mutlak bahwa setiap boneka yang sampai ke tangan konsumen telah melewati serangkaian uji kelayakan dan

keamanan yang sangat ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses jahit, hingga tahap penyelesaian akhir.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi momentum berharga untuk semakin memacu semangat para pelaku usaha lokal agar terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas. (*)

Diaz A Abidin