WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Berbagai potensi kerawanan yang perlu diantisipasi di Bulan Ramadhan dan dalam menyongsong datangnya perayaan Idul Fitri, Senin (23/2/26), dibahas dalam Rakor Lintas Sektoral. Yakni dari perang sarung, petasan, balap liar, dan peredaran minuman keras (miras).
Juga berupaya mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pokok, lonjakan arus mudik dan pengunjung wisata. Termasuk antisipasi pada potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem di musim penghujan ini.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral Polres bersama Pemkab Wonogiri ini, dilaksanakan dalam upaya memperkuat sinergitas untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Demi menciptakan Ramadhan dan Idul Fitri yang aman, nyaman dan khidmat.
Rakor digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri, dihadiri Bupati Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno bersama jajaran Forkopimda, para pimpinan Organisasi perangkat Daerah (OPD) termasuk Kepala Kantor Kemenag. Juga melibatkan seluruh camat, Kapolsek dan Danramil se Kabupaten Wonogiri.
Dalam paparannya, Kabag Ops Polres Wonogiri Kompol Agus Syamsudin, menyampaikan, secara umum situasi Kamtibmas Tahun 2025 dibandingkan 2024, mengalami peningkatan. Crime total tercatat naik 59 kasus atau 42,4 persen. Namun demikian, terdapat capaian positif, yakni penurunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 16 persen, serta penurunan kerugian material sebesar 29 persen.
Penyelesaian perkara meningkat dari 60 persen pada Tahun 2024 menjadi 71,7 persen pada Tahun 2025. Memasuki Januari-Februari Tahun 2026, terjadi 194 kecelakaan lalu lintas, dengan satu korban meninggal dunia dan kerugian material sebesar Rp 129, 6 juta.
Pencurian
Kasus yang dominan meliputi pencurian biasa, narkoba, pencurian dengan pemberatan (Curat), judi dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Lokasi rawan pencurian terjadi di wilayah pemukiman, jalan umum, pertokoan dan ruang publik, terutama pada malam hingga dini hari.
Polres Wonogiri, menegaskan komitmennya dalam pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) seperti miras, narkoba, judi, asusila, petasan dan premanisme. Sepanjang Tahun 2025, ratusan liter miras disita dan puluhan kasus narkoba berhasil diungkap. Upaya tersebut terus berlanjut pada Tahun 2026. Polres mendorong penguatan regulasi peredaran miras, demi mewujudkan Wonogiri Zero Miras, termasuk optimalisasi penegakan Perda Nomor: 9 Tahun 2016.
Pengamanan difokuskan pada arus mudik dan balik, kawasan wisata, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, serta stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting). Ini dilakukan bersama jajaran TNI, Pemda, Dinas Kesehatan, Disperindag, BPBD, Damkar, Dishub, Pertamina, hingga elemen masyarakat seperti Senkom dan RAPI.
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, Polres Wonogiri mengoptimalkan inovasi seperti Hotline 110, program Polres Hadir pagi dan malam, Ngobras (Ngobrol Bareng Masyarakat), OKE Polisi, Silaturahmi Kamtibmas, serta Siaga Bhayangkara.
Berbagai langkah preventif juga digencarkan, mulai dari pengaturan pagi, patroli jalan raya, patroli ngabuburit dan subuh serta patroli pemukiman. Bersamaan itu, dilaksanakan tindakan razia terhadap balap liar, pengamanan Safari Ramadhan dan sidak bapokting. Juga melakukan survei kondisi jalur utama dan mempersiapkan jalur alternatif untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik.
Dalam arahannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas wilayah. “Wonogiri wilayahnya luas, maka keamanan harus terus ditingkatkan dan distribusi kebutuhan pokok harus tersalurkan dengan lancar merata,” tegasnya. Pemerintah Daerah, tandas Bupati, mendorong peningkatan panen jagung dan gabah guna memperkuat ketahanan pangan.(Bambang Pur)













