JEPARA (SUARABARU.ID) — Rangkaian kegiatan Road to Festival Film Anak Bangsa 2026 atau FFAB 2026 berlanjut dengan menyambangi Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu malam, 14 Februari 2026 di Gedung Dewan Kesenian Daerah Kab. Jepara.
Event berskala nasional ini adalah acara menuju ajang puncak Festival Film Anak Bangsa 2026 yang pastinya mengundang para sineas, pelajar, mahasiswa, komunitas film, hingga masyarakat umum untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai dunia perfilman Indonesia.

Acara diskusi yang dipandu oleh Salma Nurul Firdaus sebagai moderator ini, menghadirkan narasumber dari kalangan sineas nasional seperti Adamifa, sutradara dan aktor dari film Zakar yang sebelumnya pernah meraih nominasi dalam FFAB 2025.
Diskusi ini dirancang sebagai ruang dialog dan literasi film, khususnya bagi para sineas muda dan peserta yang tertarik mengembangkan karya film pendek. FFAB 2026 sendiri telah membuka pendaftaran peserta dan pengiriman karya yang akan berlangsung hingga 30 April 2026 nanti.

Rencana Setelah Kudus dan Jepara, Road show akan diadakan di Kabupaten Demak dan Pati. Hal ini bertujuan menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi FFAB 2026. Panitia juga memastikan bahwa acara puncak, termasuk malam penganugerahan film pendek terbaik, akan diumumkan di waktu dan tempat yang tepat setelah periode pendaftaran berakhir.
Adamifa sebagai salah satu panelis Road to FFAB 2026 juga menyampaikan harapannya bahwa setelah acara ini digelar di beberapa kota, Road to FFAB 2026 akan lebih memunculkan film-film dari sineas lokal yang terbatas ruangnya dan belum bisa masuk industry film nasional.

“Sehingga sineas lokal khususnya Jepara yang otentik kelokalannya juga akan lebih percaya diri untuk menunjukkan karya dan lebih berani bergabung di festival-festival film seperti ini,” ujar Adamifa.
Adam juga menyampaikan bahwa sebenarnya banyak komunitas film lokal di kampus maupun di sekolah-sekolah yang membutuhkan kompetisi maupun festival film semacam FFAB.
Sementara Direktur FFAB Cornel Innos menyampaikan bahwa FFAB 2026 kali ini membawa tema “Scene the Unseen” yang mana adalah sebuah harapan untuk para kreator bisa lebih berani menggali keresahan-keresahan yang belum sempat terekam terutama di sekitar mereka sendiri.
Menurut Innos, sebetulnya hasil yang diharap adalah cerita yang lebih dekat dengan kehidupan kreator. Mereka bisa mengeksplorasi budaya, sosial, maupun alam di sekitar dan menjadikannya film yang bisa dinikmati oleh insan film yang luas. “Jadi kami ingin memfilmkan “slice of life” atau bagian dari kehidupan kreator, yang pastinya cerita yang diangkat berasal dari kehidupan di sekitar kreator sendiri.”
Inos juga menyampaikan bahwa kegiatan Road to FFAB 2026, diharapkan menggugah gairah sinematik para kreator film, memberikan ruang bagi sineas lokal untuk berkarya, dan memperkuat ekosistem perfilman daerah menuju panggung nasional.
Septiana W













