JEPARA (SUARABARU.ID) — Suasana Sabtu malam Minggu, 7 Februari 2026, di Trotoar Jalan Pemuda Jepara tampak berbeda. Tepat di halaman Bapak Totok Hardtop, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, R-Lisa FM menggelar program “Dialog Budaya, Ngaji dan Nyanyi” dalam format dialog dan musik yang disiarkan secara live streaming.
Ruang publik yang biasanya menjadi tempat lalu-lalang warga, berubah menjadi ruang literasi budaya yang hangat, terbuka, dan mengundang perhatian masyarakat. Program milik R-Lisa FM Jepara ini menghadirkan PC LESBUMI NU Jepara sebagai narasumber utama, dipandu host Dinda Kirana yang membawakan acara dengan gaya santai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LESBUMI NU Jepara Ngateman, bersama para pegiat LESBUMI: Amin Sururi, Wick Hartono, Ratu Andayani, Amin Shalahuddin, Athoillah, Sugiyarto, Anam, Joko, dan Rosy AF. Kehadiran para seniman dan budayawan ini memperkaya dialog, menghadirkan perspektif kebudayaan yang membumi dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Dalam dialog disampaikan bahwa budaya tidak harus selalu dipentaskan di panggung besar, tetapi bisa dihadirkan di ruang terbuka agar terasa dekat dan menjadi milik bersama.

“Ketika budaya dibawa ke ruang publik seperti ini, masyarakat bisa langsung menyaksikan, mendengar, dan merasakannya. Budaya menjadi hidup di tengah keseharian,” ungkap Ngateman.
Pihak R-Lisa FM Jepara menegaskan bahwa konsep siaran di ruang terbuka ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan radio sebagai media edukasi, literasi, dan pelestarian budaya.
Kegiatan ini turut didukung oleh sponsor Mbako Tingwe Mas Bro – PT Indojaya Tobacco, yang berpartisipasi dalam mendukung terselenggaranya ruang-ruang dialog budaya di Jepara.
Melalui kegiatan ini, R-Lisa FM bersama PC LESBUMI NU Jepara menunjukkan bahwa budaya, agama, dan seni dapat berjalan beriringan dalam suasana sederhana namun penuh makna. Trotoar Jalan Pemuda pun sejenak menjadi panggung peradaban, tempat ide, nilai, dan rasa bertemu dalam satu frekuensi kebudayaan.
Hadepe – ratuandayani













