KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –
Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, wartawan Kabupaten Magelang ziarah ke makam Boediardjo di Dusun Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Borobudur, hari ini Sabtu (7/2/26). Para anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat bersama cucu Boediardjo, Muhammad Reza,
memberikan doa secara khusuk.
Boediardjo pernah menjabat Menteri Penerangan Indonesia periode 1968–1973. Dia merupakan purnawirawan Angkatan Udara (Laksamana Muda Udara) dan diplomat yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kamboja dan Spanyol. Boediardjo juga dikenal sebagai fotografer dan kolektor wayang.
Almarhum Boediardjo pernah menjadi Atase Udara di Mesir, Suriah, dan Irak (1957–1961).
Dia menjabat Duta Besar RI untuk Kamboja (1965–1968) dan Spanyol (1976–1979).
Selain penggemar fotografi, dia memiliki koleksi wayang kulit dan jenis lain yang disimpan di Museum Wayang “Sasana Guna Rasa” kompleks Hotel Pondok Tingal, Borobudur, Kabupaten Magelang. Dia
meninggal pada 15 Maret 1997.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HPN tahun ini. Selain itu juga mengadakan lomba Esai dan Puisi yang diikuti ratusan pelajar SLTP. Dalam lomba Puisi ada 113 karya dan Esai ada 85 karya.

Puncak peringatan HPN akan dilakukan di tempat wisata Negeri Kahyangan, Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (9/2/26). Pada kesempatan itu panitia akan memberikan piala, piagam, dan uang pembinaan kepada para pemenang lomba.
Terhadap rutinitas anggota PWI Kabupaten Magelang melakukan ziarah, menurut Muhammad Reza, pihak keluarga mengapresiasi. Masih selalu diingat. “Kapan lagi,” katanya.
Selebihnya dia mengatakan, atas nama keluarga besar almarhum Boediardjo menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada PWI Kabupaten Magelang yang pada Hari Pers Nasional tahun ini kembali melaksanakan ziarah ke makam almarhum. Bagi keluarga, kegiatan itu merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang mendalam. “Almarhum Pak Budiardjo tidak hanya dikenang sebagai wartawan senior, tapi juga sebagai sosok panutan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab dalam dunia jurnalistik,” katanya.
Tradisi ziarah yang terus dijaga oleh PWI Kabupaten Magelang menjadi bukti bahwa perjuangan dan pengabdian para pendahulu pers tidak pernah dilupakan. Itu bentuk penghormatan yang sangat bermakna, tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi sejarah pers itu sendiri.
Sementara itu Ketua PWI, Nina Atmasari, menyatakan, setiap Hari Pers Nasional, PWI Kabupaten Magelang selalu melaksanakan ziarah ke makam almarhum Boediardjo. Itu sudah menjadi tradisi sejak dulu, karena Boediardjo adalah salah satu tokoh yang berjasa dalam kehidupan pers di Indonesia. “Kami sebagai PWI Kabupaten Magelang melihat di Borobudur ini ada salah satu penanda sejarah pers. Untuk mengenang, salah satunya dengan melakukan ziarah sambil mengenang jasa-jasa dari Bapak Boediardjo. Bisa kita teladani di kemudian hari,” katanya.
Eko Priyono













