KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID) : Jalan alternative Magelang –Boyolali di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan bermotor Rabu ( 21/1), menyusul longsoran tanah longsor yang menutup ruas jalan tersebut ada di tiga titik.
“ Tiga titik longsor yang menutup jalan alternative Magelang –Boyolali tersebut yakni di Dusun Gondangsari, Desa Ketep. Kemudian di Dusun Wonolelo, Desa Wonolelo dan Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo,”kata anggota relawan BPBD Kecamatan Sawangan, Suroto Cantrik, Rabu ( 21/1/2026).
Suroto mengatakan, tanah longsor di tiga titik tersebut diakibatkan hujan yang turun cukup deras sejak Selasa ( 20/1/2026) petang hingga malam hari.Sedangkan tanah longsor tersebut terjadni pada Rabu ( 21/1) dini hari. Longsoran pertama terjadi di Dusun Gondangsari, Desa Ketep sekitar pukul 01.00 WIB. Sedangkan kejadian kedua yang terjadi di Dusun Wonolelo, berselang 1 jam 25 menit kemudian, atau pukul 02.25 dini hari, kemudian disusul longsor di Dusun Windu Sabrang, Desa Wonolelo.
Menurutnya,dari tiga titik longsor tersebut yang paling parah terjadi di Dusun Wonolelo, dengan ketebalan 1 meter – 1,5 meter. Selain itu, longsoran tanah dari sebuah lahan milik penduduk setempat tersebut menutup ruas jalan Magelang –Boyolali.
Ia menambahkan, setelah mengetahui adanya tanah longsor, dirinya berinisiatif menutup jalan alternative tersebut, tepatnya di simpang tiga Kedung Kayang, Desa Wololelo. Selain itu, ia juga mengarahkan kendaraan bermotor yang hendak melintas jalan tersebut melalui jalur alternative lainnya,yakni melalu Tlogolele, Kabupaten Boyolali.
“ Pengalihan arus lalu lintas tersebut , yang dari arah Boyolali menuju Magelang diarahkan melewati Tlogolele, Kabupaten Boyolali dan menuju ke Desa Sengi, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Begitu jgua sebaliknya,”katanya.
Ia menambahkan, di musim penhujan seperti saat ini, jalan penghubung Magelans- Boyolali di wilayah Kecamatan Sawangan tersebut, sering terjadi tanah longsor. Untuk itu, Suroto berharap, masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk lebih waspada.
Terpisah, Kapolsek Sawangan, AKP Glenter Pitoyo mengatakan upaya pembersihan longsoran tanah tersebut dilakukan tim gabungan dari BPBD, TNI. Polri dan masyarakat. Sambil menunggu kedatangan alat berat, pembersihan longsoran dilakukan secara manual.
“Karena untuk alat berat perlu ada persiapan, sebelumnya pembersihan material longsoran dilakukan secara manual oleh tim gabungan dari BPBD, TNI. Polri dan masyarakat. Sekitar pukul 10.00 WIB, pembersihan material dilakukan dengan menggunakan alat berat dari DPU Bina Marga,”kata Glenter Pitoyo.
Ia menambahkan, setelah hampir empat jam pembersihan dengan alat berat, sekitar pukul 14.00 WIB, jalan Magelang _ Boyolali dibuka kembali untuk kendaraan bermotor.
selama masa pembersihan longsoran tanah, arus lalu lintas baik yang menuju dari Magelang ke Boyolali ataupun sebaliknya dialihak ke jalur alternative lainnya. Yakni, kendaraan yang berasal dari Magelang menuju Boyolal, setibanya di Tlatar, Sawangan diarahkan melalui Desa Sengi, Kecamatan Dukun dan menuju kea rah Boyolali melalui Tlogolele, Klakah dan Jrakah.
“ Karena jalan tertutup longsoran tanah dan tidak dapat dilalui kendaraan, maka lalu-lintas diarahkan ke jalan alternative melalui Sengi, Dukun menuju Tlogolele, Klakah dan Jrakah.,”kata Glenter Pitoyo. W. Cahyono











