KOTA MUNGKID ( SUARABARU. ID) : Tim Kuliah Kerja Nyata ( KKN) Universitas Negeri Tidar ( Untidar) Magelang di Desa Tempursari. Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang memberikan pelatihan membuat lilin aroma terapi bagi ibu-ibu PKK setempat. Pada pelatihan tersebut yang diikuti 20 ibu-ibu PKK setempat tersebut, para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan
“”para pelatihan membuat lilin aroma terapi tersebut pihaknya menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, yakni minyak jelantah ( minyak bekass menggoreng, red). Selain itu, pemanfaatan minya jelantah tersebut juga untuk mengurangi pencemaran lingkungan,”kata Penanggung jawab kegiatan Dian Nadzirotun Mudrikah di sela –sela pelatihan yang dipusatkan di Balai Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang Rabu (21/1/2026).
Dian mengatakan, dengan adanya pelatihan membuat lilin aroma terapi, ibu-ibu PKK di Desa Tempursari tidak hanya mendapat keterampilan baru. Tetapi, juga mendapatkan ide usaha rumahan yang dapat dikembangkan untuk menunjang perekonomian keluarga,.
Menurutnya, proses pembuatan lilin aroma terapi tersebut sangat mudah dilakukan oleh para peserta. Yakni, lilin yang telah dicairkan kemudian dicampur dengan minyak jelantah yang telah dimurnikan dengan arang. Setelah lilin cair kemudian diberi wewangian.
“Hal ini dilakukan agar lilin dapat digunakan sebagai aromaterapi. Kemudian siapkan gelas berisi air dan manik-manik. Tuangkan lilin ke dalam gelas dan tunggu hingga kering,” ujarnya.
Ketua Kelompok KKN Untidar Desa Tempursari, M Azzam Abyantara menambahkan, Tim KKN Untidar periode Januari 2026 di Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo diikuti 10 orang mahasiswa. KKN di bawah dosen pembimbing Angger Bagus Prasetiyo berlangsung sejak, Senin (5/1) hingga Rabu (4/2) mendatang,
Selain pembuatan lilin aroma terapi, tim KKN Untidar di Desa Tenpursari juga memberikan penyuluhan anti bullying bagiiswa SDN Tempursari. Juga ada program kerja pengentasan stunting bagi anak abak balita di desa setempat.
Ketua PKK Desa Tempursari, Martini mengatakan, dengan adanya pelatihan dari mahasiswa KKN dari Untidar Magelangf tersebut, ibu-ibu PKK Desa Tempursari mendapakan wawasan baru. Selain itu, pelatihan tersebut juga mampu memberi kan peluang ekonomi kreatif .
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk ibu-ibu. Karena, selain memberikan solusi untuk pengelolaan limbah bekas (minyak jelantah) juga memberi peluang ekonomi kreatif,” katanya. W. Cahyono












