KUDUS (SUARABARU.ID) – Kondisi cuaca di Kabupaten Kudus pada Jumat, 16 Januari 2026 diprakirakan masih didominasi hujan, badai petir, serta awan tebal sejak pagi hingga malam hari. Berdasarkan data prakiraan per jam, intensitas hujan yang terus berulang dinilai sangat berpengaruh terhadap bencana banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah wilayah di Kudus.
Sejak pagi hari sekitar pukul 08.00–09.00 WIB, cuaca di Kudus diprediksi sudah menunjukkan potensi badai petir dengan suhu udara berkisar 24–26 derajat Celsius. Kelembapan udara yang tinggi membuat suasana terasa lebih lembap dan berpotensi memicu hujan lokal di berbagai kecamatan.
Memasuki jelang siang hingga tengah hari (10.00–12.00 WIB), kondisi cuaca diperkirakan tetap berawan dengan peluang hujan yang masih terbuka. Meski intensitas hujan dapat naik turun, kondisi ini tetap menambah beban air di daerah aliran sungai (DAS) serta wilayah dataran rendah yang selama beberapa hari terakhir belum sepenuhnya surut dari genangan.
Pada sore hari (13.00–17.00 WIB), hujan ringan hingga sedang kembali berpeluang terjadi. Curah hujan yang turun secara berulang dalam durasi panjang dinilai memperlambat proses surutnya banjir, di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan dan Kaliwungu.
Sementara itu, petang hingga malam hari (18.00–23.00 WIB), langit Kudus masih diprediksi berawan dengan potensi hujan sporadis dan badai petir singkat. Meski intensitasnya cenderung menurun, hujan pada malam hari tetap berisiko menambah volume genangan di wilayah yang sistem drainasenya belum pulih optimal.
Secara keseluruhan, prakiraan AccuWeather menunjukkan bahwa curah hujan pada Jumat ini masih tergolong signifikan.
Kondisi tersebut memiliki dampak langsung dengan bencana banjir yang masih berlangsung di sejumlah desa dan kecamatan di Kudus, sehingga potensi banjir susulan maupun genangan yang bertahan lebih lama masih perlu diwaspadai.
Ali Bustomi













