KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sebanyak 149 warga Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Borobudur, Kabupaten Magelang, diungsikan di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) setempat. “Karena potensi ancaman tanah longsornya itu masih memungkinkan, sehingga mitigasi bencana kita adalah pencegahan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, ketika ditemui Kamis (15/1/26) petang.
Dijelaskan, upaya pengungsian warga dilakukan sejak pukul 02.00, Kamis (15/1/26). Apabila hasil asesmen dari pagi sampai malam, curah hujannya rendah, alam bersahabat, kemudian ancaman potensi longsornya sudah berkurang, Jumat (16/1/26), warga akan dikembalikan ke kampungnya.
“Ini bukan pengungsian, tapi penggeseran dalam rangka untuk keselamatan yang mengancam jiwa manusia,” tuturnya.
Dikatakan, pada Kamis pagi sebanyak 127 warga yang diungsikan. Kemudian bertambah menjadi 149 jiwa.
Menurut pengamatan dia, rumah yang terancam longsor ada tiga. Namun demikian potensi ancaman untuk di sekelilingnya juga masih ada.
“Kami mengantisipasi adanya tanah bergerak,” tandasnya.
Ditegaskan, pada Kamis malam (15/1), warga tidak diizinkan kembali ke rumah. “Jika besok pagi landai kami akan kembalikan. Kalau malam ini tidak saya izinkan pulang. Pencegahan yang harus diutamakan,” imbuhnya.
Sedangkan kalau pada Kamis siang ada warga yang kembali ke kampungnya, menurut dia, itu untuk mencari rumput pakan ternak.
Di sisi lain, apakah selama dalam pengungsian, disediakan bekal makan?. Menurut Edi, pihak BPBD menyedikan makan. Di Balkondes tersebut sudah dilengkapi dapur umum.
Hasil pemantauan di tempat pengungsian, tua muda ditampung di Balkondes yang memiliki beberapa bangunan. Pengungsi tertua berusia 90 tahun, bernama Kerto Taruno. Menurut petugas kesehatan di lokasi, kondisi kesehatan pengungsi baik-baik saja.
Salah satu pengungsi, Parilah (72), menyatakan, kalau diizinkan pulang dia akan kembali ke kampungnya saja. Tetapi kalau tidak diizinkan, akan tidur di tempat pengungsian saja.
Eko Priyono













