SEMARANG (SUARABARU.ID) — Umat Kristiani di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat aplikasi sistem digital Badan Amal Kasih Kristiani (Si Dia Baik). Inovasi diluncurkan dalam kegiatan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Provinsi Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat malam, 9 Januari 2025.
Peluncuran aplikasi secara seremonial itu turut dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Jateng Sumarno. Di mana juga disaksikan oleh umat Kristiani yang hadir.
Ketua panitia penyelenggara, Hanung Triyono, mengatakan, dana amal yang terkumpul sudah mencapai sekitar Rp590 juta. Dimana langsung disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ada 111 peserta kesehatan gratis, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada dua warga. Lalu solidaritas ASN kristiani di Jateng untuk disalurkan bencana di Sumatera mencapai Rp75 Juta,” katanya.
Dia bilang, aplikasi badan amal itu dibentuk kalangan umat Kristiani ASN Pemprov Jateng di luar kegiatan persepuluhan yang sudah dilakukan oleh umat Kristen.
“Ini amal, harus kita lakukan dengan cermat, sehingga dana yang ada bisa kita optimalkan untuk masyarakat Jawa Tengah. Khususnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Hanung.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, kebersamaan, gotong royong, dan toleransi merupakan kekuatan yang dimiliki provinsi ini.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin menceritakan, awal terbentuknya badan amal kasih kristiani yang diinisiasi pegawai di lingkup pemerintahan yang dipimpinnya. Beberapa bulan yang lalu, kalangan umat kristiani meminta pendapatnya mengenai pembuatan badan amal itu.
“Teman-teman sepakat untuk membuat sebuah aplikasi tersendiri. Ini untuk menyalurkan sebagian hartanya kepada kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, khususnya yang kristiani,” katanya.
Diharapkannya, langkah yang telah dilakukan oleh umat Kristiani tersebut juga dilakukan oleh umat agama lain. Tujuannya tentu untuk membantu kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
“Saling empati, bahwa kita harus sejahtera bersama. Itu yang harus kita upayakan,” katanya. (*)
Diaz A Abidin













