TEGAL (SUARABARU.ID) – Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro ST bersama Komisi I DPRD Kota Tegal, Kementrian Agama Kota Tegal, dan
Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Tegal melaksanakan monitoring Ujian Akhir Berstandar Daerah (UABD) MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah), MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha) 2026 di Kota Tegal.
Pelaksanaan ujian secara serentak di Madrasah ditingkat SD maupun SMP mulai 5-8 Januari 2026. “Dari hasil monitoring ini bahwa seluruh ujian dibikin oleh Tim yang merupakan perumus untuk soal-soal ujian agar pelaksanaannya benar-benar memenuhi standar Kota Tegal,” kata Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro ST, Rabu (7/1/2026).
Menurut Kusnendro ada beberapa hal bahwa ditingkat SMP Madrasah kecenderungan jumlah murid pesertanya ujian makin menurun.
“Karena itu kedepan kita harus membuat sebuah kebijakan. Kita harus duduk bersama seluruh pemangku kepentingan, DPRD, Pemerintah Kota, Kemenag, dan FKDT agar anak-anak pada sore harinya bisa bersekolah di Madrasah,” ujarnya.
Menurut Kusnendro sangat rawan ketika anak-anak ditingkat SMP menjelang SMA yang ternyata pendidikan agamanya masih lemah, masih kurang.
Karena itu, bagaimana caranya nanti sebuah kebijakan ini bisa mendorong anak-anak di tingkat SMP bisa kemudian mengikuti sekolah Madrasah pada waktu sore hari.
“Hal itu agar ketika sudah menginjak SMA/dewasa benar-benar bekal ilmu agama anak-anak kita sudah mempunyai bekal agama yang kuat, sehingga kenakalan remaja lebih bisa diminimalisir seperti tawuran dan sebagainya,” terang Kusnendro.
Karena ini kata Kusnendro memang sebuah pencegahan sejak dini terhadap anak-anak, selain faham secara akademik juga secara keagamaan juga perlu ditingkatkan.
Turunnya minat murid di Madrasah kemungkinan besar faktornya adalah ketika SMA menjadi kewenangan Provinsi maka, Peraturan Wali Kota (Perwal) yang mengatur soal tambahan nilai bagi anak-anak yang sekolah di Madrasah maupun pesantren. Maka, bagaimana nanti kebijakan lokal mencoba mendorong kearah itu agar minat anak-anak kita untuk sekolah di Madrasah lebih giat lagi.
Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA) Nurul Huda Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Sugeng Safei S.Ag menyampaikan, jumlah MDWT sebanyak 21, MDTA 217. Sementara yang ikut ujian MDWT 13, dan MDTA 19 peserta.
Biaya operasional kata Sugeng salahsatu kendala. ” Kita kan swadaya operasional adalah murni dari siswa. Jadi, kendalanya di operasional,” ucap Sugeng.
Untuk mengikuti ujian setiap siswa dibebani sekira Rp 35 ribu. Namun, bagi siswa yatim/piatu yang jumlahnya sekira 20 siswa kita bebaskan dari segala biaya” terang Sugeng.
Sugeng berharap kedepan Madrasah tambah berkembang, tambah maju, dengan dukungan dari Pemerintah Kota Tegal dan DPRD Kota Tegal.
Isno M Wadmin













