blank
Aneka ragam kesenian ditampilkan dalam ikut serta memeriahkan event pembukaan FFH yang dilaksanakan di bibir laut selatan Pantai Pancer Door, Pacitan, Jawa Timur.(Dok.Prokopim Pacitan)

PACITAN (SUARABARU.ID) – Untuk pertamakalinya Festival Film Horor (FFH) tingkat nasional, digelar di bibir laut selatan Pantai Pancer Door Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, sebagai gelaran yang pertamakalinya dilaksanakan di Indonesia, FFH 2025 berlangsung sukses.

Event FFH 2025 yang dilaksanakan di Pacitan, mendapatkan sambutan yang penuh antusiasisme dari para insan sineas perfilman di Tanah Air. Ini menjadi bukti, bahwa film bergenre horor, yang selama ini mendominasi sekitar 70 persen produksi film di Tanah Air, mendapatkan panggungnya di event FFH 2025.

Sebanyak 285 film, turut ambil bagian dalam FFH 2025 yang berlangsung di Kabupaten Pacitan. Gelaran ini, berlangsung mulai Tanggal 12 hingga Tanggal 14 Desember 2025.

Sebagai penyelenggara FFH 2025,  Ketua Ruang Film Pacitan, Idam Nugrahadi, menyatakan, kompetisi film horor terbagi dalam 3 kategori. Yakni, kategori nasional, kategori pelajar regional Jatim, dan kategori eksibisi atau lokal daerah.

“Kami sungguh tidak menyangka, bahwa festival ini diikuti dari seluruh Indonesia,” ungkap Idam Nugrahadi saat opening ceremony FFH 2025 di objek wisata Pancer Door, Jumat malam (2/12/25) lalu.

FFH 2025 dibuka langsung Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Opening Ceremony berlangsung meriah, dihadiri sejumlah tokoh film nasional serta filmmaker dari berbagai daerah. Bupati Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan apresiasi atas hadirnya FFH yang baru pertama diselenggarakan di Indonesia ini. Pacitan, tandas Bupati, mendapat kehormatan menjadi penyelenggara FFH dan berharap event ini akan menumbuhkan kreativitas generasi muda.

Kondang

Apresiasi juga diberikan sutradara kondang Garin Nugroho. Founder JAFF (Jogja Netpac Asean Film Festival) ini, menyatakan, FFH 2025 bukan sekedar festival film. Sebab dalam festival ini terdapat berbagai kehidupan nilai-nilai di Indonesia.  Dari adat istiadat, legenda, religi dan lain sebagainya.

Bersamaan dengan event FFH,  juga digelar workshop, temu pembuat film, serta kajian-kajian yang diharapkan mampu membuka perspektif luas, dari apa yang disebut Festival Film Horor. Gelaran ini, diharapkan mampu ikut memberikan warna dalam sejarah perfilman nasional.

FFH 2025 menjadi peristiwa yang bersejarah bagi Pacitan dan perfilman Indonesia. Untuk workshop Keaktoran Film Horor yang dilaksankan di SMK Negeri 1 Pacitan, dipandu oleh Sutradara yang juga pemeran dan sastrawan Whani Darmawan bersama Aktor Senior Pritt Timothy.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan alunan musik keroncong dari Group Keroncong Sinoman dan Keroncong Harmoni, yang menghadirkan nuansa nostalgia dengan landscape laut selatan.
Prosesi kedatangan para tamu undangan lokasi FFH di Pantai Pancer Door, diarak bersama penari rontek dari Sanggar Pradapa Loka Bhakti, yang para pemainnya mengenakan kostum hantu-hantu lokal. FFH 2025 ini, dihadiri para sineas, kritikus dan akademisi film profesional di Indonesia.
Dari kalangan aktor, hadir Siti Fauziah, pemeran Bu Tejo dalam Film Tilik, Sutradara Industri Film Indonesia, BW Purbanegara dan Hestu Saputra. Kemudian Sutradara, Pengkaji Film dan Dosen IKJ, Erina Adeline. Kritikus Film Nasional dan Dosen Binus, Ekky Imanjaya. Para dosen dan pengkaji film Novi Kurnia (UGM), Putri Nugrahaning (ISI Solo), Ardi Chandra (ISI Solo), dan Pius Rino (ISI Jogja). Juga hadir Inisiator dan penasihat festival, Budayawan yang juga Seniman dan Pengarah Artistik Film senior Indonesia, Ong Hari Wahyu.(Bambang Pur)