SEMARANG (SUARABARU.ID) – Satu lagi investasi bernilai tinggi hadir di Jawa Tengah. Lebih menggembirakannya lagi, bisnis patungan tiga negara antara Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok ini menyasar pada bidang pemanfaatan pengolahan limbah plastik, elektronik, dan sampah lainnya.
Hal tersebut diketahui saat acara groundbreaking pembangunan pabrik Green Java Industry Park di atas lahan seluas 10 hektare di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang, Kamis siang 4 Desember 2025.
Perusahaan patungan yang mengkolaborasikan PT Green Java Solution, PT Wonder Material, dan PT Maju Selaras Sejahtera tersebut memiliki nilai total investasi sekira 200 juta US Dollar atau sekira Rp3,2 triliun.
Direktur PT Green Java Solution, Nicholas Chong, mengatakan, dari acara groundbreaking tersebut diperkirakan dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan pabrik sudah selesai dibangun dan kemudian siap beroperasi pada pertengahan 2026.
“Tiga hingga enam bulan kita sudah siapkan showroom dan museum untuk kita pamerkan produk barang kita dari limbah. Produknya sendiri yang dihasilkan seperti bio charoal, assist, serbo untuk kebutuhan recycling,” katanya.
Sementara itu, Komisaris PT Maju Selaras Sejahtera, Kukrit Suryo Wicaksono, memberikan apresiasi kepada Pemda setempat yang memberikan dukungan serta pelayanan yang mudah serta cepat terhadap investasi tersebut.
“Ini juga rekomendasi pak Gubernur (Ahmad Luthfi) saat di Kuala Lumpur kemarin langsung meyakinkan investor kalau di Jawa Tengah itu aman untuk berinvestasi dan didukung penuh oleh pemerintah povinsi. Buktinya, ini kurang dari 10 hari dari saat tandatangan kerjasama dan kini sudah langsung groundbreaking,” katanya.
Gubernur Jateng sendiri yang diwakili Assisten II Setda Prov. Jateng Bidang Ekonomi, Sujarwanto, mengatakan, dengan berdirinya pabrik tersebut di Jawa Tengah tentunya akan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dari daerah sekitar.
“Ivestasi daur ulang pengolahan limbah elektronik ini ke depan tentunya akan menciptakan sekira 2.000 hingga 3.500 lapangan kerja. Selain itu investasi ini berdampak positif karena mendukung konsep green industri yang sedang digencarkan Pemprov Jateng,” katanya.
Dirinya berharap, dengan adanya pabrik baru ini dapat mendukung ekonomi yang berkualitas, tidak hanya untuk kepentingan bisnis internal perusahaan semata tapi juga ikut dirasakan masyarakat di Jawa Tengah dan Kota Semarang secara keseluruhan.
“Penyerapan tenaga kerja lokal, peluang usaha masyarakat sekitar juga makin tumbuh dan berkembang, serta mendukung minat pengusaha lokal. Serta menjadi rantai pasok kebutuhan industri dari mulai input sampai outputnya,” pungkasnya.













