JEPARA (SUARABARU.ID) – SMP Negeri 5 Jepara menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, rata-rata nilai yang diraih satuan pendidikan ini, berada di peringkat kedua sekolah negeri se-Kabupaten Jepara.
“Dalam gabungan sekolah negeri dan swasta, kami berada di peringkat 4 jenjang SMP di Kabupaten Jepara berdasarkan nilai rata-rata TKA,” kata Kepala SMP Negeri 5 Jepara, Edy Suyanto, Ahad (7/6/2026).
Selain capaian sekolah, prestasi gemilang juga diraih salah satu siswi sekolah yang berada di Kecamatan Jepara tersebut. Florencia Maretha Wiana, meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Florencia. Capaian ini kami harap dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Bagi siswa yang belum memperoleh hasil optimal, kami tetap mengapresiasi karena mereka telah belajar dengan sungguh-sungguh dan berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Menurut Edy, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program pendampingan yang disiapkan sekolah.
“Kami melaksanakan program pendampingan TKA secara intensif, menyediakan referensi buku TKA, latihan soal, serta sarana dan prasarana yang memadai melalui dukungan dana BOS. Kami juga menambah guru pendamping khusus TKA sebagai upaya memaksimalkan hasil yang dicapai siswa,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim kurikulum dan seluruh guru yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan TKA.
Ke depan, SMP Negeri 5 Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan sarana prasarana sekolah.
“Kami akan terus menyiapkan program-program yang lebih baik agar pelaksanaan TKA pada tahun-tahun berikutnya dapat menghasilkan capaian yang lebih maksimal,” tambahnya.
Sementara itu, Florencia Maretha Wiana mengaku sangat bersyukur atas hasil yang diraihnya. Dia mengungkapkan, keberhasilan itu diraih melalui kebiasaan belajar yang disiplin dan konsisten.

“Setiap malam saya belajar menggunakan buku TKA dan rutin mengerjakan latihan soal Bahasa Indonesia. Saya terus berlatih agar semakin memahami berbagai jenis soal yang mungkin muncul,” kata siswi kelahiran Jepara, 27 Maret 2011 tersebut.
Pemilik cita-cita menjadi dokter polisi itu mengaku Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran favoritnya.
Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing TKA, Yuli Mardiyanti, menilai Florencia sebagai siswa yang memiliki kemampuan akademik sangat baik dan sikap yang patut menjadi teladan.
“Florencia merupakan siswa yang aktif, antusias dalam pembelajaran, cepat tanggap, dan kritis terhadap materi yang diajarkan. Sejak awal saya mengajarnya di kelas 9C, ia sudah menunjukkan semangat belajar yang tinggi,” ujar Yuli.
Menurutnya, nilai tugas maupun ulangan Florencia pada berbagai keterampilan berbahasa selalu berada di atas 90.
“Floren sangat cepat memahami isi teks. Ketika diberikan strategi atau trik mengerjakan soal, ia mampu mengingat dan menerapkannya dengan baik. Selain itu, ia juga santun, disiplin, sederhana, rapi dalam berpakaian, serta memiliki hubungan yang baik dengan guru maupun teman-temannya,” tambahnya.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan penilaian terstandar yang digunakan untuk mengukur capaian akademik peserta didik. Mengutip laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), TKA bertujuan memperoleh informasi capaian akademik murid secara terstandar untuk keperluan seleksi akademik, memberikan akses penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik pendidikan nonformal dan informal, meningkatkan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian berkualitas, serta memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan akademik siswa.
Pada jenjang SMP, mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika. Secara nasional, nilai rerata hasil TKA jenjang SMP tahun 2026 tercatat 60,83 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan 40,34 untuk Matematika.
Hadepe – Tri Indo Setiawan













