MAGELANG (SUARABARU.ID)- Hotel Atria Magelang kembali menggelar pameran lukisan dari 11 perupa yang berasal Semarang dan Kota Magelang. 11 perupa tersebut terdiri atas lima perupa yang tergabung dalam Kelompok 5 Rupa Semarang dan enam perupa asal Magelang.
“Pameran lukisan bersama dengan Kelompok 5 Rupa Semarang di Atria Hotel Magelang ini merupakan untuk kedua kalinya. Sebelumya, di tahun 2021 silam, pada tahun ini digelar 3- 19 Desember ,”kata Room Division Manager Atria Hotel Magelang, Roni Purnama, usai pembukaan pameran senirupa “5RAWUNG, Rabu (3/12/2025).
Roni mengatakan, dari 11 perupa tersebut memamerkan sebanyak 33 lukisan dengan berbagi aliran dan dipajang di lobby hotel. Selain itu, untuk memperkaya suasana hotel dan menyambut para tamu hotel yang akan menginap.
Menurutnya, pameran lukisan bertema “5rawung “ tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut ulang tahun ke-13 Atria Hotel yang jatuh pada 12 Desember mendatang. Sebelumnya, Atria Hotel juga melibatkan para pelaku UMKM di Kecamatan Tidar Selatan, Kota Magelang untuk memamerkan karyanya di dalam hotel yang di bawah naungan Parador Hotel& Resort tersebut.
“Pameran lukisan tersebut sebagai wujud nyata semangat dari tma ulang tahun ke-13 Atria Hotel Magelang, yakni Binaring Jiwa. Yakni, sebuah harapan agar setiap langkah yang dilakukan hotel dapat membawa terang, menguatkan hubungan dengan komunitas dan memberi manfaat bagi sekitarnya,”kata RoniK
Kebersamaan Antar Seniman
Sementara itu, Harry Titut perwakilan dari Kelompok 5 Rupa Semarang mengatakan, , lima pelukis dari Kelompok 5 Rupa Semarang yang ambil bagian dalam pameran tersebut, yakni Djoko Susilo, Goenarso, Hendriyanto dan Harry Titu. Sedangkan, perupa asal Magelang, yakni Cipto Purnomo, Deddy PAW Kaji Habeb Munir TPR, Oentoeng Noe dan Sujono Keron.
Menurutnya, sesuai dengan tema pameran lukisan “5rawung”, lahir dari semangat pertemanan dan kebersamaan antar seniman. Selain itu, pameran bersama dengan para perupa Magelang tersebut, menjadi sarana memperkenalkan kepada public dengan cara yang sederhana , namun bermakna.
“Srawung mempunyai arti melebur bersama. Meskipun kita berbeda gaya dan karakter , tetapi bersatu lewat seni,”katanya.W Cahyono
‘













