WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Menghadapi Bulan Sura 1960 (1448 H/2026 M), Perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parlu 16 dan parluh 17 Kabupaten Wonogiri, menggelar Tes Jago serentak. Ini menjadi bagian dari prosesi untuk mengawali pengukuhan warga baru.
Acara Tes Jago secara serentak ini, Minggu (7/6/26), berlangsung di 6 kecamatan. Yakni di Kecamatan Manyaran, Sidoharjo, Purwantoro, Baturetno, Ngadirojo dan Kecamatan Wuryantoro. Ini merupakan bagian dari tahapan persiapan pengesahan Cawaru PSHT Cabang Wonogiri Tahun 2026.
Ratusan calon warga baru (Cawaru) PSHT bersama para pendamping dan pengurus ranting, mengikuti kegiatan yang digelar di berbagai lokasi. Mulai dari halaman sekolah, Sekretariat PSHT hingga rumah pengurus ranting.
Di Kecamatan Wuryantoro, kegiatan Tes Jago diikuti sebanyak 70 Cawaru dari ranting Wuryantoro, Wonogiri, Eromoko dan Selogiri. Kemudian di Kecamatan Ngadirojo, Tes Jago diikuti sebanyak 31 Cawaru, Di Kecamatan Purwantoro, diikuti 29 Cawaru, yang merupakan gabungan ranting Purwantoro dan Kismantoro.
Berikut di Kecamatan Sidoharjo, Tes Jago diikuti 12 Cawaru dari ranting Sidoharjo dan Girimarto. Selain itu, Polsek Sidoharjo juga melakukan pengawalan keberangkatan calon warga PSHT Parluh 16 menuju Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Ngadirojo, sebagai tempat untuk prosesi Tes Jago. Di Kecamatan Manyaran dan Eromoko, kegiatan Tes Jago diikuti 6 Cawaru. Sedangkan di Kecamatan Baturetno diikuti 5 Cawaru.
Dalam kegiatan tersebut, dewan penguji melakukan pengecekan terhadap ayam jago yang dibawa oleh masing-masing Cawaru. Pengecekan dilakukan, guna memastikan kondisi ayam sehat, tidak cacat dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh PSHT.
Pendekar
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, selama rangkaian kegiatan berlangsung, personel Polsek jajaran diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Juga melaksanakan monitoring guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.
Tes Jago dalam PSHT adalah tahapan tes mental dan psikologi yang wajib dilalui oleh Cawaru, sebelum mereka dikukuhkan atau disahkan menjadi pendekar/warga Tingkat I. Tradisi ini, biasa dilaksanakan menjelang Bulan Sura sebagai awal Tahun Baru Kalender Jawa.
Dalam tradisi PSHT, tes jago adalah sebuah prosesi adat dan ujian kepribadian bagi calon warga (pendekar) baru, sebelum disahkan menjadi anggota baru. Tradisi ini menggunakan media ayam jago (ayam jantan), yang dibawa oleh masing-masing Cawaru.
Prosesi ini memiliki beberapa makna mendalam. Yakni menjadi refleksi karakter, sifat, tabiat dari ayam jago yang dibawa, yang dipercaya mencerminkan kepribadian pemiliknya.
Ayam jago adalah simbol keberanian, kekuatan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, layaknya seorang pendekar. Bersama itu kepada Cawaru diberikan wejangan melalui karakter ayam jago yang dibawat. Dalam kesempatan ini, para sesepuh PSHT memberikan nasihat dan bimbingan moral kepada Cawaru untuk membangun karakter yang lebih baik.
Ayam jago yang dibawa, nantinya digunakan sebagai sedekah atau lauk untuk acara selamatan pengesahan. Tradisi ini, menjadi sarana spiritual dan kultural PSHT, untuk menguji mental, tanggung jawab, serta nilai-nilai luhur persaudaraan, sebelum seseorang resmi menjadi warga (anggota) PSHT.(Bambang Pur)













