JEPARA (SUARABARU.ID) – Kelas Pelajar Mengukir, salah satu program unggulan Yayasan Pelestari Ukir Jepara berhasil menyelesaikan pelatihan angkatan ke-2 yang diikuti 22 pelajar SMP dan MTs, Kamis (27/11-2025). Setelah melalui pelatihan selama dua hari, semua peserta mendapatkan sertifikat dari penyelenggara.

Berdasarkan penilaian instruktur ada 6 siswa yang dinyatakan sebagai peserta terbaik yaitu M. Aditya Bintang P (SMPN 5 Jepara), Nazila Alika B (SMPN 4 Jepara), Nur Faizah (MTs Nafa Petekeyan), Pricillia Citta L.M (SMPN 2 Jepara), Nia Magdalena (SMPN 5 Jepara ) dan Rajendra Chiko A.J. (SMPN 2 Jepara)
“Hasil karya peserta cukup baik untuk kategori kelas pemula. Perbedaan masing-masing karya cukup tipis. Kalau saja secara kelanjutan mereka dibina, saya optimis mereka akan menjadi pengukir terampil,” ujar Sekretaris Umum Yayasan Pelestari Ukir Drs Suyoto yang juga menjadi instruktur utama.

Dalam Kelas Pelajar Mengukir Angkatan ke – 2 ini dibimbing oleh instruktur yang terdiri dari Drs Suyoto, Drs Sutarya, M.M., Ali Afendi S.Sn, Istiyanto,S.Pd.I, Maryati dan Neli Kulfaanik. Disamping mendapatkan ketrampilan mengukir peserta juga mendapatkan ketrampilan “ngungkal” pahat dan keselamatan saat mengukir.

Aditya Bintang, peserta dari SMPN 5 Jepara mengaku senang saat ditunjuk oleh guru pembimbing mengikuti kelas Pelajar Mengukir yang diselenggarakan di galeri Yayasan Peluk di Pantai Kartini. “ Saya sudah dua kali mendapatkan pelatihan dari Yayasan Pelestari Ukir Jepara. Pertama dilakukan di sekolah dan dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Jepara,” ujar M. Aditya yang berhasil meraih peserta terbaik.

Harapannya pelatihan ini tidak lantas berhenti, tetapi terus berlanjut utamanya untuk siswa yang memiliki minat terhadap seni ukir. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak – Ibu instruktur yang selama dua hari telah membimbing kami dengan telaten,” pungkasnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Nur Faizah siswa MTs Nafa Petekeyan yang turut ikuti kelas Pelajar Mengukir bersama empat temannya. “Kami mendapatkan pengalaman dan ilmu serta ketrampilan yang sangat bermanfaat. Juga motivasi untuk melestarikan seni ukir Jepara yang merupakan budaya khas kota ukir Jepara” ujar Nur Faizah.
Hadepe













