blank
Wali Kota Damar Prasetyono dan poenulis Eka Kurniawan menjadi narasumber pada Festoval Literasi Kota Magelang, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Kemajuan peradaban tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi maupun megahnya infrastruktur, melainkan oleh kualitas manusia yang membangunnya.

 

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, saat membuka Festival Literasi Kota Magelang 2026 di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang, Senin (8/6).

 

“Makanya, literasi menjadi fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang kritis, bijaksana dan mampu menghadapi tantangan zaman,” katanya.

 

Menurut Damar, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami, mengolah dan memaknai informasi, sebagai dasar dalam mengambil keputusan dan bertindak.

 

Di tengah melimpahnya arus informasi saat ini, masyarakat dituntut mampu berpikir kritis, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah terpengaruh hoaks.

 

“Ketika berbicara tentang gerakan literasi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang gerakan membangun manusia. Literasi melahirkan kesadaran, kepedulian, tindakan hingga perubahan yang membangun peradaban,” ujarnya.

 

Pemerintah Kota Magelang, lanjut Damar, berkomitmen memperkuat budaya literasi, tidak hanya melalui peningkatan minat baca, tetapi juga pengembangan literasi digital dan literasi budaya.

 

Damar menyambut baik kehadiran penulis Eka Kurniawan dalam festival tersebut, dan berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk tidak hanya gemar membaca, tetapi juga menulis dan menghasilkan karya.

 

blank
Banyak pelajar di Kota Magelang yang datang ke Festival Literasi tersebut. (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

 

Bunda Literasi Kota Magelang, Nanik Yunianti menilai, tema “Literasi Membangun Peradaban” sejalan dengan harapan untuk membangun masyarakat yang semakin berkualitas.

 

Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat mengambil keputusan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

 

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Harapannya kualitas sumber daya manusia Kota Magelang semakin baik dan semakin berkualitas,” katanya.

 

Kepala Disperpusip Kota Magelang Sarwo Imam Santoso mengatakan festival berlangsung 8-12 Juni 2026 di Kompleks Gedung Perpustakaan Umum Kota Magelang.

 

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti talkshow, workshop menulis, bedah buku, seminar literasi, pagelaran seni, wisata literasi serta pameran buku.  (Prokompimpemkotmgl)