blank
Peserta mengikuti Ngaji Sarimbit atau pengajian bersama suami istri DPD LDII Kebumen, Minggu 23/11.(Foto:SB/LDII Kebumen)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII ) Kabupaten Kebumen mengggelar ”Ngaji Sarimbit” yang diikuti sepasang suami istri, pada Minggu (23/11) 2025.

Pengajian bertempat di Masjid Baitussalam, kompleks Sekretariat DPD LDII Kabupaten Kebumen, Jalan Karang Sambung No 39 Mertakanda, Desa Kutasari, Kecamatan Kebumen.

Pengajian ini merupakan agenda rutin bulanan ibu-ibu. Berhubung dipandang perlu, guna mendorong dan mewujudkan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan warahmah (Samawa), maka pada pengajian ini diundang khusus pasangan suami istri yang usia nikahnya 0-20 tahun

Syamsul Kurnia Bahari, wakil sekretaris DPD LDII Kebumen sekaligus penyelenggara melaporkan, jumlah yang hadir 103 pasang , yang kebanyakan dari wilayah Kebumen timur.

blank
Pasangan muda mengikuti pengajian di Masjid Baitussalam, kompleks Sekretariat DPD LDII Kabupaten Kebumen, Mertakanda, Kutosari Kebumen,Minggu 24/11.(Foto:SB/LDII Kebumen)

Nara sumber dari “Ngaji Sarimbit” ini Sayid Raden Hamka Gus Septadi, Ustad Simbah Joko Asmoro dan Ustad Hasan Husen.

Menurut Syamsul Kurnia Bahari, “Ngaji Sarimbit” itu bertujuan memotivasi bahwa keadaan keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, bahagia ,sejahtera faktor utama kelangsungan berumah tangga.  Bahkan keluarga samawa sesunggunya impian semua pasangan suami istri.

“Mengingat, info di Kantor Pengadilan Agama Kebumen angka perceraian tergolong sangat tinggi. Salah satu solusi maka suami istri perlu ikut pengajian bersama, agar bareng- bareng bisa menilai diri,”tandas Syamsul.

Kolaborasi narasumber sangat menarik. Peserta diajak memahami  bacaan makna keterangan Ayat Al Quran serta Al Hadis tentang keluarga.  Narasumber memberi contoh nyata kehidupan suami istri dan peserta juga diajak mencari upaya solusi bila ada masalah di tengah keluarga.

Sayid Raden Hamka Gus Septadi yang sekaligus Ketua Dewan Penasihat memberi contoh pengalaman pribadi selama berkeluarga 40 tahun . Asal suami istri mengerti dan menunaikan hak kewajiban masing-masing , mau menaati kandungan Al Quran dan Al Hadis maka rumahku surgaku akan terwujud.

Menurut Gus Septadi, rumahku surgaku terwujud kemudian berdampak pada terbentuknya generasi unggulan.“Ketahanan masyarakat dan ketahanan negara bisa terwujud karena dimulai dari masing-masing keluarga yang harmonis dan samawa,”tandas Sayid Raden Hamka Gus Septadi.

Komper Wardopo