blank
Tim Inafis Polres Grobogan melakukan olah TKP usai dilakukan pemadaman. Foto: dok Polres Grobogan

GROBOGAN (SUARABARU.ID) -Sebuah rumah di Desa Geyer, Kabupaten Grobogan, habis dilalap api akibat kebakaran yang diduga berasal dari korsleting listrik pada Rabu (5/11/2025) siang.

Peristiwa nahas itu membuat satu warga mengalami luka bakar cukup serius, sementara kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran menimpa rumah milik Simin (74), warga Dusun Kalisogo, Kecamatan Geyer. Api tiba-tiba muncul dari kamar depan sekitar pukul 13.10 WIB dan dengan cepat membesar hingga melahap seluruh bangunan.

BACA JUGA : Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Kepil Wonosobo-Bruno Purworejo

Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwiranto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, sumber api kemungkinan berasal dari hubungan arus pendek di salah satu kamar,” jelas AKP Bambang.

Saat kejadian, Simin tengah beristirahat di ruang tamu. Ia kaget ketika melihat percikan api di kamar depan sebelah kiri rumah. Tanpa pikir panjang, korban mencoba menyelamatkan barang berharganya.

Namun, upayanya justru membuat api menyambar tubuhnya. Simin mengalami luka bakar di pelipis kiri, bagian belakang kepala, dan punggung atas. Dalam kondisi terluka, ia masih sempat keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Teriakan itu terdengar oleh Pami Mulyani (60), tetangga yang rumahnya dekat dengan korban.

Mendengar teriakan korban, Pami berteriak minta tolong hingga akhirnya warga langsung mendatangi rumah yang hampir ludes terbakar tersebut.

Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, hujan gerimis disertai angin kencang justru membuat api semakin sulit dikendalikan.

Dalam waktu singkat, kobaran api menjalar ke seluruh bagian rumah hingga bangunan tersebut roboh dan rata dengan tanah.

Petugas gabungan dari Polsek Geyer, Damkar Satpol PP Grobogan, dan Puskesmas Geyer 1 segera datang ke lokasi setelah menerima laporan warga.

Para petugas gabungan langsung melakukan pemadaman dan memberikan pertolongan kepada korban.

Api baru dapat dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 15.15 WIB setelah upaya keras dari petugas dan warga. Sayangnya, rumah berukuran 6×8 meter itu sudah musnah terbakar.

Kapolsek menuturkan, struktur kayu jati pada bangunan membuat api cepat merembet ke seluruh ruangan.

“Bagian tengah dan teras depan terbakar habis. Material kayu mempercepat penyebaran api hingga rumah rata dengan tanah,” ujarnya.

Selain bangunan utama, sejumlah dokumen penting seperti sertifikat rumah, sertifikat tanah, serta uang tunai sekitar Rp5 juta juga ikut terbakar. Semua dokumen itu atas nama Lasmi, istri korban.

Total kerugian akibat kebakaran rumah di Geyer ini diperkirakan mencapai Rp250 juta. Hampir seluruh harta benda korban tidak dapat diselamatkan.

Polisi mengamankan sisa kabel yang terbakar sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut. Dugaan kuat, korsleting listrik di kamar kiri menjadi sumber awal percikan api.

Kapolsek Bambang mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan instalasi secara berkala untuk mencegah kejadian serupa.

BACA JUGA : Kementerian Komdigi Uji Coba IoT dan AI Di Sragen, Berhasil Kurangi Pupuk 40 – 50 % per Hektar

“Banyak kebakaran terjadi karena kabel tua atau sambungan tidak standar. Warga sebaiknya rutin memeriksa kondisi listrik di rumahnya,” imbaunya.

Sementara itu, Simin kini dirawat di fasilitas kesehatan setempat. Kondisinya berangsur membaik, meski masih mengalami trauma mendalam akibat kehilangan rumah dan harta bendanya.

Kebakaran ini menjadi peringatan bagi warga Geyer agar selalu waspada terhadap bahaya korsleting listrik, terutama saat cuaca lembap dan instalasi rumah sudah berumur.

TYA WIDYA