KUDUS (SUARABARU.ID) – Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merasakan tekanan inflasi yang signifikan pada Oktober 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus menunjukkan bahwa tingginya harga emas perhiasan dan rokok sigaret kretek mesin (SKM) menjadi kontributor utama lonjakan ini.
Tercatat, tingkat inflasi bulanan di Kudus mencapai 0,40 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertengger di angka 109,21.
Kepala BPS Kudus, Eko Suharto, pada Selasa (4/11/2025), mengungkapkan rincian komoditas yang paling mendongkrak laju inflasi. Emas perhiasan menempati posisi teratas sebagai penyumbang tertinggi dengan andil mencapai 0,153 persen.
“Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor pendorong utama,” jelas Eko.
Diikuti ketat oleh komoditas pangan, kenaikan harga cabai merah menyumbang 0,070 persen, telur ayam ras sebesar 0,062 persen, dan daging ayam ras 0,037 persen. Sementara itu, sigaret kretek mesin (SKM) juga memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,016 persen.
Deflasi Bahan Pangan Menjadi Penahan Laju Inflasi
Meskipun terjadi lonjakan pada beberapa komoditas, sejumlah bahan pangan segar justru mengalami penurunan harga, atau deflasi. Komoditas seperti bawang putih, buah naga, cabai rawit, semangka, dan ikan bawal tercatat mengalami koreksi harga.
“Penurunan harga pada beberapa bahan pangan segar ini berperan penting sebagai buffer yang membantu menjaga laju inflasi agar tidak melonjak lebih tinggi,” imbuh Eko.
Secara tahunan (year on year), inflasi Kudus tercatat sebesar 2,95 persen. Peningkatan ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 4,87 persen dengan andil 1,32 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 8,58 persen dengan andil 0,57 persen.
Menurut BPS Kudus, tren inflasi di Kabupaten Kudus masih tergolong terkendali dan berada di bawah batas kewaspadaan. Namun, Eko Suharto mengingatkan agar masyarakat tetap mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun, khususnya untuk komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga yang sensitif terhadap faktor cuaca dan peningkatan permintaan musiman.
Perlu dicatat, inflasi Kudus pada Oktober 2025 ini setara dengan angka inflasi di tingkat Jawa Tengah. Di wilayah yang sama, Kota Surakarta mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 0,49 persen, sedangkan Kabupaten Cilacap dan Banyumas (Purwokerto) mengalami inflasi terendah, yakni 0,33 persen.
Ali Bustomi













