blank
Brigpol Choirul Hakim saat bertemu dengan kakek yang tersesat setelah daya pada sepeda listriknya habis. Foto: dok Polsek Grobogan./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Perjalanan seorang kakek bernama Udin Sugito berubah menjadi pengalaman melelahkan setelah sepeda listrik yang ia kendarai kehabisan daya di kawasan Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Selasa 29 Oktober 2025.

Kejadian tersebut bermula saat kakek Udin Sugito bermaksud pulang ke rumahnya di wilayah Danyang. Namun, sepeda listriknya tiba-tiba mati di tengah perjalanan.

Tanpa ponsel dan dengan kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, Udin sempat kebingungan di pinggir jalan. Ia tak tahu arah pulang dan tak bisa meminta bantuan.

BACA JUGA : Rakor Penyederhanaan Birokrasi dengan Menpan RB, Pemkot Tegal Terus Berproses

Di saat bersamaan, Brigpol Choirul Hakim, Bhabinkamtibmas Desa Sumberjatipohon, sedang berpatroli di sekitar Jalan Raya Purwodadi–Pati. Ia melihat sosok kakek yang tampak kelelahan di tepi jalan.

Merasa perlu memastikan keadaan, Brigpol Choirul segera menghampiri. Ia kemudian berbicara dengan kakek Udin untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya melihat beliau tampak kelelahan dan seperti kehilangan arah. Setelah diajak bicara, barulah saya tahu kalau beliau tersesat,” ujar Brigpol Choirul, Rabu (29/10/2025).

Choirul menjelaskan, peristiwa itu sebenarnya terjadi sehari sebelumnya, Selasa (28/10/2025). Namun, kisahnya baru ramai dibicarakan setelah tayang di media sosial.

Dari percakapan singkat, kakek Udin mengaku hendak kembali ke rumahnya di Danyang. Ia hanya mengingat petunjuk sederhana, yakni rumahnya berada dekat lampu merah Danyang dan toko keramik.

Kondisi semakin sulit karena sepeda listrik milik Udin kehabisan baterai. Tanpa tenaga untuk melanjutkan perjalanan dan tanpa alat komunikasi, ia hanya bisa menunggu pertolongan.

Melihat situasi tersebut, Brigpol Choirul berinisiatif membantu mencari informasi tentang keluarga kakek Udin. Ia mencoba menghubungi pihak toko yang disebut sang kakek untuk menelusuri jejak keluarganya.

“Syukurlah, setelah saya hubungi, keluarga beliau bisa dihubungi dan langsung memberi kabar,” kata Brigpol Choirul.

Pihak keluarga merasa lega setelah mendapat informasi keberadaan kakek Udin. Mereka mengaku telah mencari sejak pagi hingga ke wilayah Rejosari, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaannya.

Tak ingin menunda waktu, keluarga segera menjemput Udin menggunakan mobil pikap. Beberapa waktu kemudian, kendaraan mereka tiba di lokasi tempat kakek Udin menunggu.

Pertemuan keluarga berlangsung haru. Sang kakek tampak lelah, namun masih dalam keadaan sehat dan sadar.

Menurut keluarga, Udin Sugito baru saja sembuh dari sakit. Meski sudah membaik, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

“Beliau tidak pikun, hanya masih lemah setelah sakit,” ujar salah satu anggota keluarga yang menjemputnya, seperti yang ditirukan Brigpol Choirul Hakim.

BACA JUGA : Bunda Literasi Memuji Kiprah  FTBM Jepara, Nur Hidayat Ajak Perjuangkan   Perda Literasi

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna sepeda listrik, terutama para lansia, untuk selalu memastikan kondisi baterai dalam keadaan penuh sebelum bepergian.

Brigpol Choirul berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama bila melihat orang tua yang tampak kebingungan di jalan.

“Sedikit kepedulian bisa menyelamatkan seseorang dari bahaya,” tutur Brigpol Choirul Hakim.

 

TYA WIDYA