blank
Sosialisasi Kampung KB Berkualitas yang digelar di Pendopo Bupati Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menggelar kegiatan Pembinaan Kelompok Kerja (POKJA) Kampung Keluarga Berkualitas, di Pendopo Bupati setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dan Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. Nyingit Wudi Amini.

Bupati Wonosobo menegaskan pentingnya pembinaan dalam memperkuat kapasitas POKJA dalam memahami tugas dan fungsinya, serta mampu menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM) secara tepat.

Selain itu, lanjut Afif, juga memanfaatkan sistem pelaporan digital melalui aplikasi dan website Kampung Keluarga Berkualitas.

“Kita ingin memastikan seluruh Kampung Keluarga di Wonosobo mampu naik kelas menjadi Kampung Keluarga Berkualitas yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Afif mengapresiasi sinergi lintas sektor dan semangat para kader desa, sehingga Kabupaten Wonosobo sering meraih prestasi nasional dalam bidang PKK dan Kampung KB.

“Kekuatan kader menjadi kunci sukses program Kampung KB. Pemkab Wonosobo akan terus memberi ruang bagi kader untuk berinovasi dan berkreasi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr Nyingit Wudi Amini, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Wonosobo dalam mengembangkan dan memperkuat penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Menurutnya, Wonosobo dipilih sebagai lokasi kegiatan pembinaan karena memiliki banyak prestasi dan inovasi yang terbukti berdampak nyata bagi masyarakat.

Program Integrarif

blank
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat. Foto : SB/Muharno Zarka

“Kampung KB tidak akan berjalan tanpa kerja sama semua pihak. Program ini bersifat integratif dan kolaboratif, sehingga intervensi dari berbagai sektor sangat diperlukan,” terangnya.

“Di Wonosobo, sinergi ini terlihat sangat kuat dan kompak, dibuktikan dengan berbagai prestasi yang telah diraih,” ujar Dr Nyingit.

Dia juga menilai bahwa keberadaan POKJA Kampung KB memiliki peran penting dalam membantu pemerintah desa menjalankan berbagai program pembangunan berbasis keluarga.

“Kampung KB di Wonosobo tidak hanya banyak inovasinya, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat. Ini menjadi contoh praktik baik yang perlu dibagikan dan diadopsi di daerah lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr Nyingit mengungkapkan bahwa kegiatan pembinaan di Wonosobo juga menjadi ajang sharing praktik baik (best practice) antar daerah.

Dia mencatat bahwa 70 persen Kampung Keluarga Berkualitas di Wonosobo telah terklasifikasi mandiri dan berkelanjutan, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengembangkan program Bangga Kencana.

“Kami mengapresiasi Bupati Wonosobo dan Dinas PPKBPPPA beserta seluruh jajarannya yang telah menunjukkan kinerja luar biasa,” ujarnya.

“Kami akan menyimak praktik-praktik baik yang sudah dilakukan di sini, untuk kemudian dapat kami adopsi dalam proses pembinaan Kampung KB di wilayah lain di Indonesia,” tandas dia.

Keluarga Berkualitas

blank
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati. Foto : SB/Muharno Zarka

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno S menjelaskan seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo telah membentuk 265 Kampung Keluarga Berkualitas.

Tingkat Dasar sebanyak 22 Kampung, Berkembang 39 Kampung, Mandiri 16 Kampung dan Berkelanjutan 188 Kampung.

Kegiatan pembinaan diikuti oleh 200 peserta, terdiri dari perangkat daerah terkait, koordinator PKB, kepala desa, serta perwakilan POKJA Kampung KB yang telah berklasifikasi berkelanjutan.

Di luar kegiatan pembinaan di pendopo, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Inovasi Layanan Publik (ILP) di Desa Candimulyo, serta ke Sekretariat Kampung KB dan Rumah DataKu Abhinaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan POKJA memahami regulasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas danmampu menyusun Rencana Kerja Masyarakat (RKM) secara tepat.

Selain itu , POKJA juga diharapkan mampu melaksanakan pelaporan digital melalui aplikasi Kampung KB dan Peningkatan status seluruh Kampung KB menuju klasifikasi mandiri dan berkelanjutan.

Dengan pembinaan ini, Pemkab Wonosobo berharap penyelenggaraan Program Bangga Kencana dan Kampung Keluarga Berkualitas semakin efektif, terintegrasi.

Selain itu, juga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat di seluruh wilayah Wonosobo.

Muharno Zarka