JEPARA (SUARABARU.ID) – Untuk mengembangkan dan melestarikan seni ukir yang menjadi salah satu program prioritas Bupati Jepara Witiarso Utomo, Yayasan Pelestari Ukir Jepara bersama Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara dan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara akan menggelar atraksi para juara dan kelas mengukir bagi wisatawan. Disamping itu juga akan dilakukan pameran produk souvenir ukiran Jepara
Kegiatan yang direncanakan akan dimulai hari Kamis 6 November 2025 akan diselenggarakan di Komplek Pelabuhan Jepara – Pantai Kartini Jepara, tepatnya di sebelah kantor Tourist Information Center Jepara. Kegiatan yang akan dilaksanakan secara rutin ini juga dalam rangka mendukung pengajuan seni ukir sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Untuk mematangkan persiapan kegiatan ini telah dilakukan rapat koordinasi, Minggu (19/10-2025) di ruang rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara. Rapat dipimpin oleh Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto bersama wakil ketua Sutarya, Ali Afendi, sekretaris Suyoto dan bendahara H. Maslim.
“Kegiatan ini juga sebagai media promosi kepada wisatawan mancanegara yang akan dan telah mengunjungi Karimunjawa. “Sebagain besar dari mereka, walaupun mengunjungi Karimunjawa, tetapi tidak mampir ke Jepara,” ujar Hadi Priyanto.
Karena itu kami sajikan atraksi mengukir oleh para juara ukir baik laki-laki, perempuan, maupun pelajar. Juga dibuka kelas mengukir bagi wisatawan yang akan dibimbing oleh para instruktur ukir yang berpengalaman. “Melibatkan wisatawan dalam proses mengukir akan memberikan pengalaman yang unik dan mengesankan bagi mereka,” ujar Sutarya.

Sementara Ali Afendi instruktur ukir yang telah malang melintang diberbagai kota di Jawa, Sumatera dan Kalimantan menyebut even ini dapat menjadi sajian budaya yang menarik kaarena dilakukan di alam terbuka. “Apalagi nanti juga ditampilkan produk souvenir ukiran khas Jepara ,” ungkap Ali Afendi
Sedangkan H. Maslim mengungkapkan harapannya kegiatan ini mendapat dukungan dari kalangan pengusaha dan warga Jepara yang ingin bersama-sama mengembangkan dan melestarikan seni ukir. “ Sebab kami hanya bagian dari ekosistem pelestarian ukir Jepara,” tuturnya. Juga sebagai ikhtiar untuk mensejahterakan perajin ukir.
Hal senada juga disampaikan oleh Suyoto, mantan guru ukir SMKN 2 Jepara yang juga dikenal sebagai instruktur seni ukir. “Ini bagian dari usaha kami mendukung program pelestarian ukir yang sedang dilakukan secara serius oleh Bapak Bupati Jepara dan pemerintah ” tegasnya.
Hadepe











