blank
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso saat menerima kunjungan delegasi buyer dan investor India, di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 16 Oktober 2025. (Dok)

KABUPATEN TANGERANG (SUARABARU.ID) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI merilis nilai perdagangan antara Indonesia dan India mencapai USD 15,76 Miliar pada periode Januari-Agustus 2025.

India menjadi tujuan ekspor ke-4 terbesar, dan sumber impor ke-10 terbesar bagi Indonesia. Rinciannya nilai ekspornya sebesar USD 12,59 miliar, dan impor USD 3,17 miliar.

Adapun pada 2024, total perdagangan kedua negara mencapai USD 26,07 miliar. Nilai ekspor Indonesia sebesar USD 20,38 miliar, dan impor sebesar USD 5,68 miliar.

Kemendag mendata, produk utama ekspor Indonesia ke India meliputi batu bara, minyak kelapa sawit dan turunannya. Kemudian baja nirkarat, konsentrat tembaga, serta perhiasan. Sementara impor utama Indonesia dari India yakni minyak olahan, kacang tanah, suku cadang kendaraan, dan produk otomotif.

Berkaca pada catatan tersebut, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengajak investor India untuk teruS menjajaki berbagai peluang kemitraan dengan Indonesia. Hal ini dalam upaya memperluas hubungan bilateral di sektor industri.

“Saya mendorong perusahaan dan investor India untuk menjajaki kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Indonesia. Khususnya di bidang manufaktur, pengolahan makanan, dan industri hijau,” kata Budi saat menerima kunjungan delegasi buyer India, di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis, 16 Oktober 2025.

Dalam pertemuan itu, beberapa asosiasi pengusaha asal India yang hadir di antaranya, Southern Gujarat Chamber of Commerce and Industry (SGCII), MSME Business Forum India, Goldfinch India Business Association, Halal India, dan Bangalore Furnitures Associations.

Sejumlah perusahaan besar India juga hadir di antaranya, seperti Godrej, Ashok Leyland dan industri besar lain yang bergerak di sektor komoditas pertanian, furnitur, dan industri kreatif.

Hadir pula Wakil Duta Besar RI New Delhi Yudho Sasongko, Konsulat Jenderal RI Mumbai Edy Wardoyo, Atase Perdagangan di New Delhi Mohamad Iqbal Djamil, dan Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Chennai Nugroho Priyo Pratomo.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen terus mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan India. Pertemuan itu juga menjadi momentum penting penguatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

“Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kolaborasi industri antara kedua negara,” ucap Budi.

Sementara itu, delegasi investor India menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan TEI ke-40 yang dinilai berjalan sukses. Di mana diklaim telah mampu memberikan banyak peluang kemitraan.

Mereka menyatakan minatnya untuk menjalin kerja sama investasi dengan pelaku industri di dalam negeri. Terkhusus dalam memperluas akses pasar produk manufaktur. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain industri pengharum ruangan serta produk berbahan kertas. (*)

Diaz Azminatul Abidin