SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi utama nasional melalui penyelenggaraan Central Java Investment and Business Forum (CJIBF) ke-10 di Kota Semarang.
Forum bisnis tahunan yang dipelopori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah ini resmi dibuka oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin 11 Mei 2026.
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa CJIBF telah menjadi instrumen vital dalam menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Sejak diinisiasi pada 2016, forum ini terbukti efektif mempertemukan pengusaha domestik maupun mancanegara dengan mitra strategis dan pemerintah.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini mencapai 5,89%, berada di atas rata-rata nasional. Pada Triwulan I-2026 saja, realisasi investasi kita sudah mendekati Rp23 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 95.000 orang,” kata Luthfi.
Dirinya lebih jauh menambahkan, capaian ini merupakan kelanjutan dari tren positif tahun 2025 yang mencatatkan total investasi Rp110 triliun dengan serapan 284.000 tenaga kerja.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa Jawa Tengah merupakan prioritas nasional karena kontribusi sektor investasi terhadap ekonomi daerah tersebut mencapai kisaran 30%. Dalam forum kali ini, pemerintah menawarkan 21 proyek investasi yang siap ditawarkan (Ready to Offer).
“Kami mengarahkan investasi ke depan pada sektor hilirisasi dan energi hijau (green energy). Saat ini, investor dari Jepang sudah menyatakan minat serius untuk masuk ke Jawa Tengah,” ungkap Todotua.
Lebih lanjut, Todotua menekankan bahwa masifnya industri manufaktur di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga menciptakan ekosistem yang melibatkan pelaku UMKM lokal agar ikut tumbuh bersama industri besar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Noor Nugroho, menyatakan komitmennya untuk membawa potensi investasi daerah ke kancah internasional.
Menurutnya, dukungan promosi global dan sinergi lintas instansi atau collaborative government menjadi kunci keberhasilan iklim investasi di Jawa Tengah.
“Kami tidak berhenti di sini. Proyek-proyek IPRO (Investment Project Ready to Offer) di Jawa Tengah akan kami promosikan melalui kantor perwakilan Bank Indonesia di luar negeri. Selain itu, kami mendukung dari sisi adversary berupa asesmen ekonomi dan peningkatan kualitas SDM melalui program beasiswa keterampilan,” ujar Noor.
Penyelenggaraan CJIBF 2026 ini juga dirangkaikan dengan kegiatan UMKM Grande di Atrium Mall Paragon sebagai upaya nyata mengintegrasikan sektor investasi dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Dengan kolaborasi yang solid antara Pemerintah Pusat, Pemprov, BI, serta Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, Jawa Tengah optimis target pertumbuhan ekonomi tinggi di tahun 2026 dapat tercapai,” katanya.













