WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para prajurit TNI-AD dari jajaran Kodim 0728 dan para insan Bhayangkara dari Polres Wonogiri, Kamis (16/10/25), bersama para pihak terkait, melakukan kerja bakti gotong royong membantu bersihkan puing-puing sisa pasar kobong. Kegiatan ini, diagendakan berlangsung selama 4 hari atau sampai dengan Minggu (19/10/25).
Dandim 0728 Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, menyatakan, dalam kerja bakti gotong royong ini, para prajurit TNI dipimpin oleh Pasiops Kapten (Inf) Sumarno. ”Ini sebagai dukungan untuk mempercepat penanganan pasaca-kebakaran pasar,” jelas Pasi Ops Kapten (Inf) Sumarno.
Kerja bakti bersama ini, melibatkan para aparat dari dinas dan instansi lintas sektoral tingkat Kabupaten Wonogiri. Yakni dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perdagangan dan dari Satpol-PP. Juga melibatkan relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan dari Search And Rescue (SAR) Wonogiri, beserta aparat Pasar Wonogiri Kota Pimpinan Lurah (Kepala) Pasar, Yato Baloeng.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, keterlibatan insan Bhayangkara dalam kerja bakti bersamatersebut, merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu Pemkab Wonogiri. Utamanya dalam menyikapi musibah kebakaran Pasar Kota Wonogiri.
Percepatan
”Ini merupakan wujud sinergitas jajaran TNI-Polri dan Pemerintah Daerah Wonogiri bersama para pihak terkait, dalam membantu percepatan penanganan pasca kebakaran pasar,” jelas Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo. Juga menjadi bagian dari upaya pemulihan perekonomian rakyat, utamanya pada sektor perniagaan yang dilakukan para pedagang tradisional.
Kapolres berharap, kegiatan terpadu yang melibatkan berbagai jajaran ini, dapat ikut meringankan beban para pedagang dan mempercepat proses pemulihan aktivitas perniagaan. Melalui sinergitas kegiatan lintas sektoral ini, diharapkan upaya pemulihan perniagaan dapat segera diwujudkan.
Sejak kebakaran pasar yang terjadi Senin (6/10/25) lalu sampai dengan Senin (20/10/25) mendatang, Pemkab Wonogiri memberlakukan status kedaruratan. Selama status kedaruratan, kawasan pasar kobong dinyatakan sebagai area tertutup untuk publik. Polisi memasang pita kuning police line mengelilingi bangunan pasar.
Sebelumnya, para bakul yang berupaya mengambil sisa barang dagangannya di kios dan los yang terbakar, mendapat pengawalan oleh tim gabungan. Yakni pengawalan dari personel TNI-Polri, Dinas Perdagangan, Lurah Pasar, anggota Fire Fighter dari Pemadam Kebakaran (Damkar), relawan SAR dan dari aparat BPBD.(Bambang Pur)













