blank
Peserta LBPK harus mampu menciptakan ruang baru di titik lomba yang dipilih.. Foto: Dok LBPK

0leh : Didit Endro S.

Seperti penegasan di pelaksanaan Lomba Baca Puisi Kreatif (LBPK) tingkat Nasional tahun-tahun sebelumnya, bahwa LBPK bukan sekedar memindahkan ruang dari rumah ke titik lomba, melainkan peserta  harus mampu menciptakan ruang baru di titik lomba yang dipilih.

Begitu juga LBPK  ke 14 tahun ini. Masing-masing peserta diharapkan mampu menangkap serta merespon potensi artistik yang ada di sekitar tempat lomba kemudian dikelola atau dikemas dengan baik untuk merepresentasikan puisi yang dibacakan.

Selama ini, masih banyak peserta yang sekedar memindahkan ruang yang dipersiapkan dari rumah di titik lomba. Hal ini terkadang menjadi sesuatu yang dilematis. Padahal sudah sering disampaikan baik melalui talkshow panitia maupun pada klinik sastra oleh para dewan juri setelah lomba.

blank
Peserta diharapkan mampu menangkap serta merespon potensi artistik yang ada di sekitar tempat lomba.Foto: Dok LBPK

Kenapa diharapkan peserta lomba bisa menciptakan ruang baru ? Hal ini untuk meningkatkan daya kreatifitas pembacaan puisi serta daya tangkap terhadap ruang sekitar. Jika sekedar memindahkan ruang, tentu bukan LBPK namanya.

Paniti LBPK dari tahun ke tahun hingga yang ke 14 ini, selalu terbuka menyampaikan beberapa fakta yang harus dipersiapkan oleh peserta. Pertama adalah fakta tekstual, di mana peserta wajib mencermati serta memaknai teks puisi secara ditail dan mendalam sehingga bukan sekedar menghafal.

Kedua adalah fakta imajinatif. Setelah memahami teks yang dipilih, peserta juga harus mampu mengimajinasikan isi puisi tersebut. Selanjutnya fakta artistik. Nah fakta inilah yang diharapkan menangkapi artistik apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembacaan puisinya. Artinya, mampu memanfaatkan hal apa saja yang ada di sekitar lokasi lomba.

blank
Ruang baru meningkatkan daya kreatifitas pembacaan puisi serta daya tangkap terhadap ruang sekitar.. Foto:Dok LBPK

Berikutnya adalah fakta dramati. Di sini peserta tentu diharapkan mampu menciptakan kreatifitas dari seluruh fakta yang ada dan dikemas menjadi satu kesatuan yang bulat dan utuh. Setelah itu didukung fakta yang kelima, yakni fakta ekskusi. Di sinilah letak kepekaan serta kecermatan, kapan dan di mana peserta mengambil keputusan untuk mengeksekusi. Meski semua fakta sudah tertata dengan baik, tetapi salah meletakkan ekskusinya, pasti akan berpengaruh pada harmonisasi pertunjukkannya.

blank
Fakta artistik diharapkan dapat menangkapi lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembacaan puisinya.Foto: Dok LBPK

Tampaknya LBPK bukanlah sekedar lomba biasa, tetapi mengajak belajar bersama seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Baik panitia, dewan juri, terlebih lagi para peserta. Semua itu tidak akan pernah terjadi jika tidak terlibat secara langsung, atau setidaknya menjadi saksi peristiwa kesusasteraan yang paling bergengsi ini.

“Kami tunggu kreatifitas para peserta di LBPK ke 14, pada akhir Oktober, Sabtu (25/10) mendatang di Cafe Bejong Jepara”

Penulis adalah pegiat kesenian Jepara, dan pengelola Sanggar Seni Gaperto.