WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Unik dan kiranya ini baru pertama kalinya terjadi di Kabupaten Wonogiri. Para pelancong mendapatan sensasi tersendiri, karena diberikan kebebasan memetik sendiri buah semangka (Citrullus lanatus) segar nan ranum di lahan. Demikian yang terjadi di objek Wisata Agro Panggil di Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Tokoh masyarakat, Tarmin, mengabarkan, disamping melakukan rekreasi, para pelancong bebas memetik semangka di lahan. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mereka antusiasme mendatangi kawasan Wisata Agro Petik Semangka Panggil di Kelurahan Jatipurno, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri. Lokasinya sekitar 40 Kilometer arah timur dari Ibukota Kabupaten Wonogiri.
Pelancong Sri Marni, datang berombongan bersama keluarganya. Mereka begitu menikmati pengalaman memetik semangka langsung dari kebun. ”Rasanya seru sekali memperoleh pengalaman baru, dapat memilih dan memetik langsung buah semangka di kebun,” ujarnya. Buah yang dipetik, bisa langsung dicicipi dan dinikmati di tempat. Harganya tehitung lebih murah dibandingkan dengan harga di pasar atau di toko buah. ”Ini saya juga beli, untuk oleh-oleh keluarga,” ungkap Sri Marni sambil tersenyum.
Staf Kelurahan Jatipurno, Hartanto, yang sekaligus sebagai pengelola kegiatan wisata agro petik semangka di Panggil, menyatakan, lokasi wisata plus ini resmi dibuka untuk umum sejak Bulan September 2025. Lokasi ini, dikelola oleh Kelompok Pos Penyuluh Kelurahan (Posluhkel) Makmur, yang beranggotakan petani lokal. “Kami ingin menghadirkan suasana wisata edukatif yang memberdayakan petani, dan sekaligus menyenangkan bagi pengunjung,” jelasnya.
Keunikan wisata ini terletak pada konsep petik sendiri. Pengunjung bebas memilih semangka di lahan. Setelah memetik, akan ditimbang dan dibayar sesuai beratnya. Saat ini tersedia varietas semangka inul (lonjong) merah dan semangka inul kuning yang dibudidayakan di area kurang lebih satu Hektare (Ha). Harga semangka dipatok Rp 7.000 per kilogram (Kg).
Belajar
“Selain memetik buah, pengunjung juga dipersilakan untuk bertanya tentang teknis proses budidaya semangka. Jadi bukan hanya berwisata, tetapi juga dapat belajar bertani semangka,” tutur Hartanto. Meski baru dibuka, objek wisata agro ini telah dilengkapi fasilitas dasar seperti area parkir, toilet dan gazebo. Ke depan, berencana mengembangkan paket wisata edukasi agro ini, untuk sekolah atau rombongan, agar pengunjung dapat belajar langsung tentang budidaya semangka dan tanaman hortikultura lainnya.
Konsep wisata agro ini terbukti memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Dulu petani menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga rendah. Sekarang, dengan konsep petik sendiri, penghasilan petani dapat meningkat, dan pengunjung pun mendapat pengalaman baru yang istimewa,” ujar Hartanto. Pemerintah Jatipurno, mendukungannya melalui promosi ke masyarakat luas.
Di area wisata agro ini, juga menerima kegiatan outing class. Ini sebagaimana dilakukan oleh anak-anak bersama guru pendampingnya dari Taman Kanak-kanan (TK) dan dari lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kecamatan Jatipurno.
Menurut Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, keberadaan Wisata Agro Petik Semangka Panggil ini, menjadi contoh nyata inovasi desa dalam memajukan potensi pertanian. Ini bukan sekadar wisata memetik buah. Tapi juga menjadi bentuk edukasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan promosi potensi lokal. ”Kami mendukung penuh, agar wisata ini terus berkembang dan menjadi destinasi unggulan Wonogiri,” tegas Camat Jatipurno, Dhana Setiawan.
Hartanto, berharap, ke depan semakin banyak petani bergabung sehingga tidak hanya semangka, tetapi juga komoditas lain yang dapat menjadi daya tarik wisata petik sendiri. “Kami ingin wisata ini menjadi pusat edukasi dan rekreasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” tandas Hartanto.(Bambang Pur)













