WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo belajar bertani di Kebun Belajar Tani (KBT) milik Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) setempat, Rabu (1/10/2025).
Siswa SRMA tersebut datang di lokasi Kebun Belajar Tani yang berada di Kampung Rojoimo Wonosobo. Mereka belajar menggarap lahan, pemupukan, penanaman dan budidaya bibit tanaman.
Kepala Bina Program dan Penyuluhan Dispaperkan Wonosobo Umar Shoid mengatakan pihaknya mulai melaksanakan kegiatan Kebun Belajar Tani bagi siswa SRMA 35 di Kabupaten Wonosobo.
“Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Dispaperkan dengan SRMA 35 Kabupaten Wonosobo, yang bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung mengenai budidaya pertanian,” katanya.
Pada tahap pertama, lanjut Shoid, kegiatan KBT diikuti oleh 33 siswa dan 5 pendamping dari SRMA 35 Wonosobo. Materi pembelajaran hari pertama meliputi olah lahan, pembuatan pupuk cair dan praktek penyiapan pembibitan.
Budidaya Pertanian

“Kegiatan belajar tani ini akan dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan. Nanti jadwalnya dilakukan secara bergantian. Yang siswa diharapkan nanti bisa terampil bertani secara modern dan mereka menyukai dunia pertanian,” tegasnya.
Dikatakan Shoid, materi yang disiapkan mencakup seluruh tahapan budidaya pertanian. Mulai dari olah lahan, pembibitan, pembuatan pupuk cair, penanaman, perawatan, panen hingga pasca panen.
“Melalui program ini, kami berharap siswa SRMA 35 Wonosobo yang berjumlah sekitar 100 orang nantinya dapat mempelajari dan memahami alur budidaya pertanian secara menyeluruh,” paparnya.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, juga bisa menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap dunia pertanian sejak dini. Bahwa bertani bisa dilakukan secara modern dan dapat digeluti generasi milenial. Menjadi petani juga bisa sukses dan kaya.
“Program KBT ini diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada siswa, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan kepedulian terhadap sektor pertanian. Apalagi sektor ini merupakan salah satu penopang utama perekonomian di Wonosobo,” pungkasnya.
Muharno Zarka













