WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Bencana puting beliung, Selasa siang (30/9/25), melanda dua wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Yakni di Kecamatan Wonogiri Kota dan Kecamatan Selogiri. Diawali turunnya hujan deras disertai terjangan angin pusar.
Dampaknya, menumbangkan puluhan pohon, merusak rumah pemukiman warga, merusak kandang ternak dan atap tribune stadion Pringgondani. Juga merusak atap dan dinding kaca gedung sekolah di SMK Negeri 1 Wonokarto, Wonogiri, serta mematahkan pucuk kubah menara Masjid Al Hidayah di Wonokarto, Wonogiri.
Warga menyatakan panik ketika mendadak terjadi hujan deras disertai angin kencang. Sesekali angin kencang tersebut bergerak memusar dan disertai dengan kemunculan kilat halilintar dan suara keras geledek yang menggelegar. ”Di desa saya, Pare, Kecamatan Selogiri, disertai hujan es,” tutur Riky, salah seorang warga Desa Pare.
Di depan Rumah Sakit (RS) Mulia Hati, terjadi pohon tumbang melintang jalan. Menyebabkan akses hubungan darat di ruas jalan raya Wonogiri-Solo macet. Di Dusun Tandon, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, dahan pohon yang patah memutuskan jaringan kawat listrik.
Kepala Sekolah (Kasek) SMK Negeri 1 Wonogiri, Gunarsi, menyatakan, di tengah kepanikan karena bencana puting beliung tersebut, semua siswa diperintahkan keluar dari ruang kelasnya masing-masing. Bersiap untuk menyelamatkan diri. Ini berlangsung ketika terjangan angin kecang, merusak atap gedung dan memecahkan kaca jendela. Menjadikan air hujan masuk ke dalam ruangan kelas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyatakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa. Data sementara, mencatat setidak-tidaknya telah menimbulkan 17 dampak kerusakan. Baik yang disebabkan oleh terjangan angin, dan karena adanya pohon tumbang.
Macet
Pohon tumbang melintang jalan, terjadi di depan RS Mulia Hati, di belakang Kantor Desa Singodutan, di selatan eks RS Marga Husada Wonokarto, di area parkir Terminal Induk Bus Giri Adi Pura. Juga terjadi pohon tumbang melintang di Jalan Gatot Subroto timur Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri. di ruas jalan utara Sekolah Dasar (SD)-7 Wonokarto, di ruas Jalan KS Tubun Wonokarto.

Dahan pohon yang patah diterjang angin kencang, menimpa kabel listri di ruas Jalan Brigjen Katamso. Pohon tumbang juga terjadi di depan Bengkel Pak Har di Lingkungan Bahuresan, Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota.
Pohon tumbang di Dusun Tandon, Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, telah memutuskan jaringan tegangan menengah. Pohon tumbang yang merusak rumah terjadi di Dusun Sanggrahan, Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Merusak kandang kambing di Dusun Kirsak Wetan, Singodutan, Selogiri, Wonogiri. Merusak rumah Mandar di RT 5/RW1 Wonokarto.
Atap rumah yang diterbangkan angin, telah menimpa teras rumah milik Haryoko di Jalan Yudistira Wonokarto. Angin kencang juga merusak atap rumah Ny Toyib di Jalan Bima RT VII/RW 04 Wonokarto. Menerbangkan atap dan merusak tribune Sport Tourism Center (STC) Stadion Pringgondani di Wonokarto, Wonogiri, dan mematahkan pucuk kubah menara Masjid Al Hidayah yang berlokasi di depan stadion.
Penanganan darurat dilakukan oleh aparat BPBD bersama TNI-Polri, dengan melibatkan petugas PLN, relawan Search And Rescue (SAR), personel fire fighter dari Pemadam Kebakaran (Damkar), Palang Merah Indonesia (PMI) Wonogiri, relawan Senkom Mitra Polri, perangkat desa/kelurahan dan warga masyarakat.
Kepada rumah warga yang rusak atapnya, diberikan bantuan terpal dari BPBD Kabupaten Wonogiri. Pohon tumbang melintang jalan langsung disingkirkan, agar hubungan darat yang macet dapat terpulihkan. Jaringan listrik yang putus, ditangani penyambungannya kembali oleh tenaga teknis dari PLN.(Bambang Pur)













