blank
BKPA FTP USM saat menggelar pelatihan pengolahan pangan dari cabai dan pisang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Biro Konsultasi Pengembangan Agroindustri (BKPA) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar pelatihan pengolahan pangan dari cabai dan pisang, di Agrowisata Tirtoarum Kendal, yang ada di Jalan Soekarno-Hatta Barat Km 2.7 Kendal.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Dinas Pertanian dan Pangan Kendal itu, menghadirkan narasumber Ir Ery Pratiwi MP, dan Aldila Sagitaning Putri SSi MSc.

Dalam paparannya, Ery menyampaikan materi tentang pembuatan cookies cabai dan pisang. Sedangkan Aldila, memberikan materi cara membuat tepung cabai dan pisang.

BACA JUGA: Prodi Doktor Ilmu Manajemen USM Gelar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Untuk praktik pembuatan cookies didampingi Laboran FTP USM, Fransisca Welly Anggraeni Tanihutu STP, dan dari Dinas Pertanian dan Pangan oleh Ely Astuti SP.

Dikatakan Ery, cabai dan pisang merupakan komoditas hortikultura yang melimpah di Indonesia. Namun, keduanya memiliki sifat mudah rusak dan cepat menurun kualitasnya, apabila tidak segera diolah.

”Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam pengolahan pascapanen, agar produknya tetap bernilai jual tinggi, dan memiliki daya simpan lebih lama,” katanya.

BACA JUGA: 14 Atlet USM Wakili Jateng di Pomnas XIX

Menurutnya, salah satu alternatif yang dapat dilakukan yakni, mengolah cabai dan pisang menjadi produk tepung. Tepung cabai dan tepung pisang, salah satunya dapat diolah menjadi produk cookies.

”Kami berharap, melalui pelatihan ini, peserta dapat memperoleh keterampilan praktis untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertaniannya, sekaligus memperluas peluang usaha,” ungkapnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati SP, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan petani di kecamatan dan desa (Dana Bagi hasil Cukai Hasil Tembakau/DBHCHT 2025), maka perlu diadakan pelatihan pembuatan olahan pangan lokal, kepada KWT atau kelompok tani.

Riyan